Ilustrasi Qixiong Ruqun. (Sumber: Baidu Baike)
INDOZONE.ID - Kehidupan pada masa Tiongkok kuno bisa dinilai sudah beradab. Salah satu bukti peradaban yang dimulai dari Lembah Sungai Kuning dapat dilihat dari pakaian yang mereka kenakan sehari-hari. Pakaian yang mulia dan indah juga mencerminkan tingkat kehidupan budaya. Dalam tata krama sosial, masyarakat dapat menilai status seseorang melalui pakaian.
Sejak masa Dinasti Song dan Yuan, catatan resmi mulai menggunakan istilah Hanfu untuk merujuk kepada busana Bangsa Han. Hanfu (simplified Chinese: 汉服; traditional Chinese: 漢服) hingga kini dikenal sebagai pakaian tradisional Tiongkok. Pakaian ini bukan hanya memiliki satu model, melainkan beragam, tergantung pada periode dinasti dan tren yang berkembang saat itu.
Salah satu model Hanfu yang banyak dikenal adalah Qixiong Ruqun (齐胸襦裙) atau juga disebut Qixiong Shanqun. Model Hanfu ini mulai digunakan wanita pada periode Dinasti Utara dan Selatan (420–589 M), kemudian terus dilestarikan penggunaannya hingga ke Dinasti Sui (581–681 M), Dinasti Tang (618–907 M), dan periode Lima Dinasti. Ruqun adalah seperangkat pakaian atas (ru) yang terpisah dengan rok bawah (qun) yang melingkarinya. Secara harfiah, ruqun memiliki arti “jaket dan rok,” namun istilah ini berbeda-beda di tiap daerah. Ciri khas Qixiong Ruqun adalah cara penggunaannya, di mana rok (qun) diikat hingga di atas dada, tepat di bawah ketiak.
Baca juga: Revolusi Xinhai 1911: Akhiri Dinasti Qing dan Awal Republik Tiongkok
Ciri khas Qixiong Ruqun. (Sumber: Wikimedia Commons)
Pada awalnya, ruqun yang digunakan pada Dinasti Han dan Jin diikat hanya sebatas pinggang, seperti pada Qiyao Ruqunyang diikat di pinggang serta Gaoyao Ruqun yang diikat di antara dada dan pinggang. Tren ruqun ini kemudian berkembang hingga pada Dinasti Utara dan Selatan muncul Qixiong Ruqun yang diikat di bawah ketiak. Model Hanfu ini secara masif digunakan pada Dinasti Tang karena saat itu kehidupan sosial relatif terbuka.
Gaya dari Qixiong Ruqun dibedakan menjadi dua jenis, yaitu rok yang diikat di atas dada dengan kerah kemeja lurus, serta rok yang diikat dengan kerah kemeja menyilang. Pada Dinasti Tang pula, kemeja atau jaket yang digunakan berkembang dari lengan pendek menjadi lengan panjang, model roknya semakin lebar, sedangkan kain yang digunakan untuk membuat rok tersebut adalah sutra. Sayangnya, model Hanfu Qixiong Ruqun ini mulai pudar eksistensinya sejak periode Dinasti Song (960–1279 M) karena munculnya paham Neo-Konfusianisme. Wanita pada periode itu menganggap pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuh dengan potongan bahan yang pendek sebagai sesuatu yang sensual, cabul, dan tidak sesuai dengan etika wanita seharusnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Baidu Baike