Dulu Bersatu dengan Australia, Inilah Sejarah Zealandia, Benua Raksasa yang Perlahan Menipis dan Tenggelam
INDOZONE.ID - Selama ini kita di sekolah selalu diajarkan kalau di Bumi cuma ada tujuh benua. Tapi tahu gak sih, para ilmuwan sebenarnya sudah resmi menemukan benua kedelapan yang posisinya sembunyi di bawah laut?
Nama benua misterius ini adalah Zealandia. Luasnya gak main-main, mencapai sekitar 4,9 juta kilometer persegi atau hampir setara dengan luas anak benua India! Sayangnya, sekitar 94 sampai 95 persen wilayah Zealandia ini terendam di bawah Samudra Pasifik Selatan dengan kedalaman satu kilometer atau lebih.
Cuma ada sekitar 6 persen saja wilayahnya yang berhasil nongol ke permukaan laut. Wilayah yang tersisa itulah yang sekarang kita kenal sebagai Pulau Utara dan Selatan Selandia Baru, Kaledonia Baru, serta beberapa bongkahan batu karang tempat berkumpulnya burung laut.
Baca juga: Misteri Desa Hantu yang Terendam Bendungan Selama 30 Tahun Muncul Karena Kekeringan Waduk
Awal Mula Nama 'Zealandia' dan Pembuktian Para Ahli
Istilah Zealandia pertama kali dicetuskan pada tahun 1995 oleh seorang ahli geofisika bernama Bruce Luyendyk dari University of California Santa Barbara. Waktu itu, Bruce sebenarnya gak bermaksud mengklaim wilayah ini sebagai benua baru. Dia cuma pengin memberi nama buat hamparan batu bawah laut yang berasal dari kerak bumi kuno yang sama.
Lama dicuekin dan cuma dianggap mitos, pada tahun 2017 sekelompok geolog yang dipimpin oleh Nick Mortimer dari GNS Science bikin heboh dunia lewat jurnal GSA Today. Mereka merilis makalah berjudul "Zealandia: Earth’s Hidden Continent" dan membuktikan kalau Zealandia sah disebut sebagai benua termuda di Bumi.
Untuk menentukan apakah sebuah wilayah bisa disebut benua, para ahli geologi punya 4 syarat mutlak:
- Posisinya harus lebih tinggi dari dasar samudra di sekelilingnya.
- Punya jenis batuan khas benua (batuan beku, metamorf, dan sedimen).
- Kerak buminya harus jauh lebih tebal dibanding kerak samudra.
- Punya batas wilayah yang jelas dan ukurannya sangat luas.
Nah, Zealandia ternyata lolos semua syarat ini! Ketebalan kerak buminya mencapai 10 hingga 30 kilometer (jauh lebih tebal dari kerak samudra yang cuma 7 kilometer). Sampel batuan yang diambil dari sana juga terbukti penuh dengan granit, sekis, dan batu pasir yang merupakan batuan khas daratan benua.
Sejarah Tragis: Meregang Lalu Tenggelam
Gimana ceritanya benua sebesar ini bisa tenggelam? Jadi, sekitar 105 juta tahun lalu, Zealandia masih menjadi bagian dari Gondwana superbenua raksasa gabungan dari Australia, Antarktika, Amerika Selatan, dan India.
Berdasarkan rekonstruksi geologi terbaru dari para ahli, proses perpecahan Gondwana ini diwarnai dengan aktivitas vulkanik yang super dahsyat, mirip kayak "banjir api" yang membelah daratan. Saat Zealandia mulai memisahkan diri dan menjauh sekitar 80 juta tahun lalu, kerak buminya mendadak meregang dan menipis. Dalam ilmu geologi, kerak bumi yang menipis otomatis bakal merosot ke bawah.
Proses amblesnya Zealandia ini terjadi perlahan selama jutaan tahun. Puncaknya pada 23 juta tahun lalu, daratan yang dulunya dipenuhi hutan dan pegunungan hijau ini akhirnya resmi tenggelam dan menyisakan sedikit daratan yang menjadi negara Selandia Baru saat ini.
Baca juga: 'Fabbriche di Careggine', Desa Italia Kuno yang Terendam Air Lebih dari 70 Tahun
Rebutan Cuan dan Misteri Burung Kiwi
Pengakuan Zealandia sebagai benua baru ternyata bukan cuma urusan sains, tapi juga soal rebutan harta karun bawah laut. Karena statusnya sekarang diakui sebagai benua, negara Selandia Baru punya hak maritim yang lebih luas untuk mengeksplorasi potensi tambang mineral dan ladang gas alam raksasa yang tersimpan di bawah laut Zealandia.
Di sisi lain, para ilmuwan biologi masih berdebat seru soal fauna endemik Selandia Baru seperti burung Kiwi, burung Kakapo, hingga reptil purba Tuatara.
Pertanyaannya: Apakah dulu ada secuil daratan Zealandia yang gak pernah tenggelam sama sekali? Kalau iya, berarti hewan-hewan unik ini adalah saksi hidup sekaligus keturunan langsung dari penghuni asli benua purba Zealandia. Tapi kalau dulu Zealandia sempat kelelep total, berarti hewan-hewan ini adalah "pendatang baru" yang nekat menyeberangi lautan luas setelah pulau Selandia Baru kembali muncul ke permukaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nationalgeographic