Selasa, 05 MEI 2026 • 11:08 WIB

4 Tipe Gunung Api di Indonesia: Dari Gunung Api Strato hingga Gunung Api Kaldera

Author

Gunung Merapi. (Twitter/@BPPTKG)

INDOZONE.ID - Letak geografis Indonesia yang berada di sepanjang jalur Cincin Api Pasifik menjadikannya sebagai wilayah yang sangat kaya akan aktivitas vulkanik

Fenomena ini dipicu oleh posisi negara yang berdekatan dengan area penunjaman, khususnya pergerakan lempeng Indo-Australia yang menekan lempeng Eurasia, sehingga memicu munculnya jajaran gunung berapi di seluruh kepulauan. 

Di antara sekian banyak gunung yang ada, terdapat kategori gunung api aktif maupun yang sudah mati, di mana masing-masing memiliki karakteristik unik berdasarkan morfologinya. 

Baca juga: 7 Gunung Suci di Indonesia: Termasuk Makna Spiritual, Sejarah dan Kepercayaan

Keragaman bentuk dan ukuran gunung-gunung ini merupakan hasil dari proses evolusi geologi yang sangat panjang, yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik lelehan lava serta mekanisme erupsi yang terjadi.

1. Tipe Gunung Api Strato 

Gunung api berjenis strato atau stratovulcano sangat mudah dikenali melalui profilnya yang berbentuk kerucut dengan kemiringan lereng yang tajam. 

Morfologi ini terbentuk akibat kombinasi antara letusan efusif (lelehan) dan eksplosif (ledakan) yang terjadi secara bergantian. 

Nama "strato" sendiri bermakna lapisan, menggambarkan akumulasi lava, abu, serta beragam material vulkanik yang membeku dan menumpuk dari waktu ke waktu hingga menciptakan struktur kerucut yang kokoh. 

Seiring dengan intensitas erupsi dan bertambahnya endapan material, puncak gunung akan terus tumbuh menjulang. 

Di Indonesia, mayoritas gunung berapi mengadopsi bentuk ini, contohnya adalah Gunung Merapi, Gunung Ruang, Gunung Agung, serta Gunung Kerinci.

2. Tipe Gunung Api Perisai 

Gunung api perisai atau biasa dikenal gunung api tameng ini identik dengan bentuknya yang menyerupai perisai. 

Bentuk seperti kerucut ini bisa terjadi lantaran ketika erupsi dengan tekanan rendah atau letusan efusif, dan material yang dikeluarkan berupa lava yang sangat cair.

Aliran lava tersebut tidak sempat membentuk kerucut yang tinggi, tetapi berbentuk landai dan tersusun dari lapisan batuan yang bersifat basaltik.

Salah satu gunung api di Indonesia yang bertipe perisai adalah Gunung Batur di Pulau Bali.

3. Tipe Gunung Api Maar 

Gunung api maar dikenal memiliki bentuk khas berupa cekungan yang menyerupai kawah atau danau kecil. Istilah “maar” sendiri berasal dari bahasa Jerman yang berarti kawah. 

Secara morfologi, gunung api jenis ini umumnya berbentuk melingkar atau elips dengan bagian tepi yang relatif landai.

Cekungan tersebut terbentuk akibat letusan eksplosif yang biasanya hanya terjadi satu kali. 

Letusan ini dipicu oleh tekanan tinggi dari dapur magma. Setelah erupsi terjadi, aktivitas vulkanik berhenti sehingga gunung api menjadi tidak aktif. 

Sisa letusan meninggalkan lubang besar yang dikelilingi dinding kawah, dan jika cekungan tersebut mampu menampung air, maka akan terbentuk danau kawah atau danau maar.

Meski demikian, tidak semua cekungan maar terisi air. Pada beberapa kasus, kondisi tanah di sekitarnya tidak mampu menahan air sehingga cekungan tetap kering.

Di Indonesia, contoh gunung api maar dapat ditemukan pada kawasan Gunung Lamongan di Jawa Timur. 

Selain itu, letusan purba Gunung Toba di Sumatera Utara juga membentuk cekungan besar yang kini dikenal sebagai Danau Toba.

Baca juga: Petir Vulkanik Itu Nyata, Ilmuwan Akhirnya Pecahkan Misteri 'Kiamat' dari Gunung Berapi

4. Gunung Api Kaldera 

Gunung api kaldera memiliki ciri utama berupa kawah yang luas dan sangat dalam. 

Struktur ini terbentuk akibat letusan besar yang mengeluarkan sebagian besar magma dari dalam bumi, sehingga menyisakan rongga besar di bagian puncak gunung. 

Setelah letusan, bagian atas gunung dapat runtuh dan membentuk cekungan raksasa yang disebut kaldera.

Dalam beberapa kasus, kaldera tersebut terisi air hujan atau sumber air lainnya hingga membentuk danau kaldera. 

Salah satu contoh yang terkenal di Indonesia adalah Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

Kaldera di puncak gunung ini terbentuk dari letusan dahsyat pada masa lampau dan kini menjadi tempat terbentuknya Danau Segara Anak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan Di Media Sosial

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU