INDOZONE.ID - Siapa sih yang nggak baper kalau lihat pemandangan gunung di Indonesia yang estetik abis.
Salah satu bintang utamanya yang selalu bikin pendaki jatuh hati jelas si bunga edelweis.
Bunga ini sering banget dipanggil bunga abadi soalnya tampilannya tetap kece dan nggak layu meski sudah kering.
Tapi nih, kamu wajib tahu kalau ada aturan saklek yang melarang kita buat petik bunga ini sembarangan.
Alasan kenapa bunga edelweis nggak boleh dipetik itu bukan cuma sekadar mitos horor atau omongan orang tua, tapi ada fakta ilmiah dan hukum di baliknya.
Dilansir dari YouTube/seratus institute, yuk kita bahas kenapa bunga cantik ini jauh lebih baik tetap stay di habitat aslinya, daripada berakhir jadi sampah di dalam tas carrier kamu!
Baca juga: Kisah Mistis Tumbal Nyawa Gunung Batu Geni yang Mencekam
Simbol Keabadian di Lingkungan yang Ekstrem
Edelweis itu ibaratnya survivalist sejati, bukan bunga manja yang bisa kamu temuin di taman komplek.
Dia dapet gelar simbol keabadian, karena skill-nya yang luar biasa buat bertahan hidup di tempat yang super ekstrem di puncak gunung.
Bayangin aja, meski dihajar suhu dingin yang bikin menggigil dan angin kencang, edelweis tetap berdiri tegak dan pamer keindahannya.
Karakter yang tahan banting inilah yang bikin banyak orang terobsesi dan menganggapnya sebagai lambang keteguhan.
Sayangnya, gara-gara terlalu populer, banyak oknum nakal yang pengen memiliki bunga ini secara pribadi, tanpa mikirin gimana nasib alam ke depannya.
Status Perlindungan Hukum dan Konsekuensi Ilegal
Mungkin di antara kalian ada yang masih mikir, "Ah, cuma petik setangkai doang masa masalah?".
Eits, jangan salah, edelweis itu termasuk tumbuhan langka yang keberadaannya sudah dilindungi sama undang-undang negara kita.
Artinya, kalau kamu nekat memetik atau membawa pulang bunga ini, itu sudah termasuk tindakan ilegal yang bisa bikin kamu berurusan sama hukum.
Pemerintah nggak main-main soal perlindungan ini, karena jumlahnya di alam liar memang sudah masuk level mengkhawatirkan.
Jadi, daripada niatnya cari kenang-kenangan tapi malah berakhir di kantor polisi, mending cukup nikmati kecantikannya lewat kamera hp saja dan biarkan mereka tumbuh bebas di alam.
Baca juga: Kisah Mistis Pager Wetan di Lereng Gunung Semeru: Perjanjian Kelam Sang Kuncen Cari Tumbal
Pertumbuhan yang Sangat Lambat dan Risiko Kepunahan
Ada alasan teknis yang cukup serius kenapa edelweis nggak boleh dipetik, yaitu pertumbuhannya yang super lambat.
Bunga ini butuh waktu lama banget buat tumbuh besar dan cuma bisa hidup di tempat-tempat spesifik dengan ketinggian tertentu.
Kalau kita asal petik secara paksa, siklus hidupnya bakal kacau balau. Kalau aksi petik-memetik ini terus terjadi, populasi edelweis bakal merosot tajam sampai akhirnya benar-benar punah dari pegunungan kita.
Kalau edelweis hilang, itu berarti kita kehilangan salah satu bagian paling berharga dari kekayaan alam Indonesia.
Ulah Wisatawan yang Mengancam Populasi di Alam
Sedih banget nggak sih, kalau tahu fakta populasi edelweis terus berkurang cuma gara-gara ulah wisatawan yang pengen pamer.
Banyak pendaki atau turis yang nekat memetik bunga ini cuma demi konten media sosial atau dijadikan oleh-oleh.
Padahal, begitu bunga itu dipetik atau batangnya dipatahkan, kesempatan edelweis buat menyebarkan bijinya jadi hilang total.
Makin banyak yang petik, makin sedikit juga bibit edelweis baru yang bakal tumbuh nanti.
Kita harus sadar kalau kenangan terbaik dari gunung itu bukan benda mati yang dicuri dari alam, tapi pengalaman seru dan foto-foto cakep yang kita ambil.
Baca juga: Kisah Mistis Warung Iblis di Tengah Gunung: Tempat yang Muncul Hanya untuk Pendaki Tersesat
Jaga kelestarian edelweis itu sebenarnya tugas kita semua sebagai anak muda yang hobi main ke alam.
Sekarang, sudah banyak komunitas dan pemerintah yang gencar banget kampanye biar generasi setelah kita masih bisa melihat bunga ini langsung di gunung, bukan cuma lewat foto di buku sejarah.
Biarin edelweis tetap di habitat aslinya adalah kunci biar ekosistem gunung kita tetap seimbang.
Yuk, jadi pendaki yang bijak dan berkelas dengan nggak ambil apa pun kecuali foto, dan nggak ninggalin apa pun selain jejak kaki. Demi alam Indonesia, jangan egois, ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube