INDOZONE.ID - Bayangkan Anda adalah seorang arkeolog yang menemukan tumpukan potongan tembikar dan serpihan batu kapur yang penuh tulisan.
Bukan tulisan suci atau mantra ajaib, tapi daftar belanja, catatan pengiriman barang, horoskop, bahkan PR sekolah anak-anak.
Itulah yang ditemukan tim arkeolog dari Universitas Tübingen, Jerman, bersama Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir di situs Athribis, Mesir Hulu.
Setelah 21 tahun penggalian (2005-2026), mereka berhasil mengumpulkan lebih dari 43.000 pecahan tembikar dan batu kapur (ostraca) yang digunakan sebagai alat tulis sehari-hari orang Mesir Kuno.
Baca juga: Asteroid Ryugu Bawa 5 Bahan Pembentuk DNA, Mungkinkah Ada 'Bumi Lain' di Alam Semesta?
Apa yang Ditulis Orang Mesir di 'Kertas' Darurat?
Fragmen-fragmen ini berasal dari rentang waktu yang panjang: dari periode Ptolemeus (332–30 SM) hingga Abad ke-9–11 Masehi.
Kebanyakan ditulis dalam aksara Demotik, tulisan kursif sederhana untuk keperluan sehari-hari.
Tapi ada juga yang ditulis dalam bahasa Yunani, hieroglif, Koptik, Arab, hingga Hieratik.
Isinya? Tidak ada yang monumental atau mengguncang dunia. Dan itulah yang membuat penemuan ini begitu istimewa.
Kita berbicara tentang resi pembayaran, catatan pengiriman barang, latihan menulis anak sekolah, horoskop, hingga pesan pribadi.
Baca juga: Pembunuhan Snapchat: Kisah 2 Remaja Belasan Tahun Bunuh Wanita
Ini adalah jendela langka ke dalam kehidupan sehari-hari orang-orang biasa yang selama ini terkubur oleh waktu.
Mereka bukan firaun atau pendeta, tapi pedagang, pekerja, siswa, dan warga biasa yang menjalani hari-hari mereka di tepi Sungai Nil ribuan tahun lalu.
Teknologi AI Bantu Ungkap Catatan Belanja 2.000 Tahun Lalu
Penemuan ini tidak terjadi dalam semalam. Pada 2018, penggalian di dekat Kuil Ptolemy XII menemukan deposit keramik besar.
Setelah itu, tim terus memperluas area, dan setiap kali mereka menggali, ratusan hingga ribuan fragmen baru muncul. Pada hari-hari sibuk, mereka bisa menemukan 50 hingga 100 potongan.
Baca juga: Ternyata Ini Alasan Kuda dan Mamalia Besar Punya Wajah Panjang
Setiap potongan harus didigitalisasi 3D, dikatalogkan, dan diinterpretasikan. Pekerjaan yang melelahkan.
Untungnya, tim kini dibantu kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses identifikasi, kata Profesor Christian Leitz dari Universitas Tübingen.
Apa Artinya Bagi Kita?
Penemuan ini mengubah cara kita memahami peradaban Mesir Kuno. Selama ini, perhatian besar tertuju pada makam megah, piramida, dan artefak kerajaan.
Tapi ternyata, di balik semua itu, ada sistem administrasi yang rapi, tingkat literasi yang luas, dan kehidupan sehari-hari yang penuh dengan hal-hal biasa.
Mereka punya resi belanja, anak-anak mereka mengerjakan PR, dan orang dewasa menulis pesan pengingat untuk diri sendiri.
Baca juga: Mengenal Cula Badak: Berfungsi sebagai Alat Pertahanan Demi Melawan Predator
Hampir seperti kita sekarang—hanya saja media tulis mereka adalah pecahan tembikar, bukan kertas atau ponsel.
Tim arkeolog memperkirakan akan ada lebih banyak lagi fragmen yang ditemukan seiring perluasan penggalian.
Setiap potongan baru akan semakin memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana kehidupan berjalan di tepi Sungai Nil lebih dari 2.000 tahun lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vice.com