INDOZONE.ID - Sihir Mesir kuno bukan sekadar mantra atau trik sulap. Bagi bangsa Mesir, kata-kata adalah kekuatan kosmik yang disebut heka, yang dapat melindungi maupun menghancurkan.
Di zaman modern, sihir sering dipahami sebagai trik atau penipuan, terutama melalui lensa budaya Barat.
Melansir laman The Torah, Rabu (04/03/2026) buku dan film fantasi menekankan sisi hiburan atau gelap sihir, sementara tradisi Barat mengaitkan sihir dengan kutukan atau ilmu hitam. Padahal, heka tidak memiliki konotasi negatif atau positif.
Menurut referensi Mesir kuno, kekuatan ini meresap ke seluruh aspek kehidupan dan alam semesta, termasuk penciptaan dan pemeliharaan dunia.
Baca juga: Mitologi Nordik: Kisah Penciptaan Dunia hingga Ragnarok atau Kiamat Para Dewa yang Bikin Merinding
Dalam kepercayaan Mesir, heka adalah kekuatan kosmik yang meliputi segala sesuatu. Dewa pencipta, Atum, menggunakan heka untuk menciptakan dunia, sehingga setiap makhluk, benda, manusia, dewa, tanah, air, hewan, tumbuhan terhubung dengan ḥeka.
Kekuatan heka memungkinkan manusia dan dewa memanipulasi alam dan kehidupan melalui kata, objek, maupun gambar demi tujuan tertentu, baik itu perlindungan maupun kehancuran.
Kata heka dalam hieroglif terdiri dari dua simbol utama: ḥ (tali yang dipilin) dan kꜣ (dua lengan sejajar menghadap atas), yang juga digunakan untuk konsep ka (energi vital).
Baca juga: 5 Dewa Terkuat dalam Mitologi Yunani, dari Penguasa Kematian hingga Raja Olimpus
Determinatifnya berupa gulungan papirus, simbol tulisan dan konsep abstrak, dan kadang diiringi gambar dewa duduk untuk menunjukkan personifikasi kekuatan ini sebagai dewa Heka. Hieroglif ini menunjukkan bahwa ḥeka bukan hanya konsep abstrak, tapi juga kekuatan hidup yang aktif dalam dunia fisik dan spiritual.
Orang Mesir percaya bahwa heka hadir dalam setiap transisi, mulai dari kelahiran hingga kematian. Dalam pemakaman, kekuatan ini digunakan untuk menciptakan kembali kehidupan, membantu jiwa melewati alam baka, dan menjamin keberlanjutan kehidupan di dunia setelah mati.
Tanpa heka, manusia diyakini tidak akan mampu bertahan dan alam semesta akan kehilangan keseimbangan.
Yang membuat ḥeka unik adalah kemampuannya melalui kata-kata. Ucapan dan mantra bukan sekadar ritual; mereka adalah tindakan yang memanifestasikan kekuatan kosmik.
Baca juga: Menyingkap Rahasia Tahun Baru Bangsa Mesir: Dari Sungai Nil hingga Ritual Dewa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Torah