Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 24 MARET 2026 • 13:51 WIB

Pembunuhan Snapchat: Kisah 2 Remaja Belasan Tahun Bunuh Wanita

Pembunuhan Snapchat: Kisah 2 Remaja Belasan Tahun Bunuh WanitaIlustrasi Snapchat. (Dok. Freepik.)

INDOZONE.ID - Pada Desember 2014, dua remaja perempuan berusia 13 dan 14 tahun membunuh Angela Wrightson, 39 tahun, di Hartlepool, Inggris.

Di tengah kekerasan yang berlangsung berjam-jam, salah satu pelaku sempat mengirim foto korban lewat Snapchat dengan keterangan 'Nah xx'.

Siapa Angela Wrightson?

Melansir CrimeplusInvestagion, Angela tinggal sendirian. Ia bergulat dengan alkoholisme, kondisi fisik yang lemah, dan hampir tidak punya jaringan sosial yang kuat.

Kondisi itu membuatnya mudah dimanfaatkan oleh remaja-remaja setempat yang butuh tempat nongkrong, rokok, dan akses ke alkohol.

Baca juga: Cek Fakta: Benarkah Ada Dokumen CIA yang Berisi Misi untuk Meneliti dan Membunuh Imam Mahdi?

Ia bukan orang asing bagi kedua pelaku. Ia hanya orang yang dianggap tidak berdaya.

Rekaman CCTV menangkap Angela membeli alkohol, sementara kedua gadis itu menunggu di rumahnya.

Baca juga: Cek Fakta: Benarkah Ada Dokumen CIA yang Berisi Misi untuk Meneliti dan Membunuh Imam Mahdi?

Apa yang terjadi setelahnya brutal. Persidangan mencatat lebih dari 100 luka pada tubuh korban, hasil serangan berulang menggunakan benda-benda rumah tangga sebagai senjata.

Kekerasan berlangsung berjam-jam. Sekitar pukul 21.00, di tengah serangan yang masih berlangsung, salah satu pelaku mengambil foto Angela dan mengunggahnya ke Snapchat dengan keterangan "Nah xx" .

Mereka sempat pergi, lalu kembali. Dini hari tanggal 9 Desember, keduanya meninggalkan Angela dalam kondisi sekarat atau sudah meninggal di atas sofa. Ia baru ditemukan keesokan paginya.

"Pembunuhan Snapchat" dan Jejak Digital

Inilah yang membuat kasus ini berbeda dari pembunuhan lain. Unggahan Snapchat itu bukan hanya bukti tapi juga membuka jendela ke kondisi psikologis pelaku. Bagaimana seseorang bisa masih terpikir untuk posting di tengah kekerasan seperti itu?

Jejak digital membantu jaksa memperkuat kronologi kejadian, mengkonfirmasi keterangan saksi, dan menunjukkan kondisi mental kedua terdakwa dalam jam-jam menjelang dan selama pembunuhan.

Ini salah satu kasus paling awal yang secara eksplisit menunjukkan bagaimana media sosial bisa menjadi saksi diam di TKP.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Crime+Investigation

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pembunuhan Snapchat: Kisah 2 Remaja Belasan Tahun Bunuh Wanita

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!