Ilustrasi para koboi di era barat liar. (Freepik)
INDOZONE.ID - Citra koboi dengan topi lebar, baku tembak di tengah kota berdebu, hingga kehidupan tanpa hukum telah menjadi bumbu dalam ribuan film Hollywood tentang era Wild West atau Amerika Barat. Namun, benarkah sejarah mencatat demikian?
Menelisik arsip dari History.com, kenyataan di lapangan pada abad ke-19 jauh lebih kompleks dan sering kali lebih membosankan daripada yang digambarkan di layar lebar. Berikut tujuh mitos populer tentang Amerika Barat yang berhasil didekonstruksi oleh para sejarawan.
Jika Anda membayangkan semua koboi mengenakan topi Stetson bertepi lebar, Anda mungkin terpengaruh sinema. Faktanya, topi yang paling banyak digunakan di Amerika Barat pada pertengahan 1800-an adalah topi bowler (topi bundar) atau derby. Topi ini lebih praktis karena tidak mudah terbang tertiup angin saat menunggang kuda. Topi koboi ikonik justru baru menjadi tren setelah era tersebut mulai berakhir.
Baca juga: Mengenal Koboi dan Periode Wild West di Amerika, Era Penjelajahan dan Romantisasi Simbol Petualangan
Hollywood menggambarkan kota-kota seperti Dodge City atau Tombstone sebagai tempat di mana setiap orang menenteng pistol di pinggang. Kenyataannya, kota-kota perbatasan justru memiliki aturan kontrol senjata yang jauh lebih ketat dibandingkan banyak negara bagian Amerika saat ini. Pengunjung wajib menitipkan senjata di kantor polisi atau hotel saat memasuki batas kota.
Visualisasi koboi yang sering diperankan aktor kulit putih seperti John Wayne merupakan distorsi sejarah. Sejarawan mencatat bahwa sekitar satu dari empat koboi adalah keturunan Afrika-Amerika (Black cowboys). Selain itu, banyak juga yang berasal dari keturunan Meksiko (vaqueros) dan penduduk asli Amerika. Era ini justru menjadi salah satu periode paling multikultural dalam sejarah AS.
Dalam film, merampok bank terlihat seperti hal yang umum. Namun, catatan sejarah menunjukkan bahwa perampokan bank sebenarnya jarang terjadi. Karena bank biasanya berada di pusat kota dengan pengamanan ketat dan bangunan kokoh, para penjahat lebih memilih merampok kereta api atau kereta kuda di wilayah terpencil yang risikonya lebih kecil.
Istilah “Wild West” memberi kesan kekacauan total. Namun, tingkat pembunuhan di kota-kota perbatasan sering kali lebih rendah dibandingkan kota-kota besar di pantai timur seperti New York pada periode yang sama. Masyarakat di Barat cenderung mengandalkan kerja sama karena kondisi lingkungan yang keras menuntut mereka untuk saling bergantung.
Adegan dua orang berdiri berhadapan di tengah jalan untuk duel hampir tidak pernah terjadi dalam kenyataan. Sebagian besar baku tembak berlangsung secara tiba-tiba, kacau, dan sering kali melibatkan serangan jarak dekat yang jauh dari kesan heroik.
Mitos populer sering menggambarkan penduduk asli Amerika (Native American) sebagai kelompok yang “menghilang” atau sepenuhnya kalah. Meski mengalami persekusi dan pengusiran akibat ekspansi ke Barat, banyak suku tetap bertahan dengan melakukan perlawanan, beradaptasi secara ekonomi, dan menjaga identitas budaya mereka hingga kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: History.com