INDOZONE.ID - Tahukah kamu bahwa cula badak memiliki fungsi sebagai alat pertahanan demi melawan predator atau ancaman lainnya? Badak merupakan hewan herbivor yang hidup di lingkungan di mana mereka menjadi target oleh para predator.
Sama seperti gading gajah, cula badak kerap kali diburu untuk dijadikan bahan ukiran atau karya seni.
Tak hanya itu, cula badak juga sering digunakan dalam pengobatan tradisional Asia dan dianggap bisa mengobati berbagai jenis penyakit, mulai dari demam hingga kanker. Lantas, apakah cula badak bisa tumbuh lagi? Simak informasi selengkapnya di bahwa ini!
Baca juga: 5 Arti Mimpi Melihat Badak Menurut Primbon Jawa, Pertanda Buruk atau Baik?
Dilansir laman resmi World Wide Fund for Nature (WWF), pertanyaan terkait apakah cula badak yang patah bisa tumbuh lagi? Jawabannya adalah cula badak bisa tumbuh kembali. Karena cula badak terbuat dari keratin, zat yang sama seperti rambut dan kuku manusia.
Walaupun badak dilahirkan tanpa cula, tetapi hanya dalam beberapa bulan, sebuah potongan kecil akan muncul dan cula mereka terus tumbuh sepanjang sisa hidupnya.
Lantaran pemburu liar kerap kali melenyapkan badak untuk diambil culanya, pengelola satwa liar biasanya akan memotong cula badak demi melindungi mereka dari pemburu liar.
Keberadaan cula badak, khususnya di Indonesia, masuk dalam kategori terancam. Di tahun 2023, badak bercula satu dilaporkan hanya tersisa 40-50 di Taman Nasional Ujung Kulon.
Baca juga: Aneh tapi Nyata! Seekor Badak Pernah Menang Pemilu di Brasil, Kandidat Lain Bunuh Diri
Ini merupakan data yang cukup memprihatinkan lantaran badak sangat berperan penting dalam keberlangsungan ekosistem dan disebut sebagai engineer ecosystem.
Seperti contohnya habitat padang rumput yang memiliki akses terhadap air penting bagi badak bercula satu yang lebih besar. Tempat tinggal tersebut akan membantu menjaga kesehatan padang rumput dan lubang air tempat mereka berlumpur.
Hal ini menyebabkan kondisi optimal bagi herbivora kecil lainnya yang berbagi ruang dengan mereka. Badak juga menyebarkan benih tanaman dan buah yang mereka makan melalui kotorannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: WWF