INDOZONE.ID - Berdasarkan data University of Manchester dan Imperial College London, terdapat 17.000 meteorit yang jatuh ke bumi setiap tahunnya.
Namun sebagian besar meteorit tersebut sudah jadi debu atau partikel saat mencapai permukaan bumi. Sebab itulah, kita jarang melihatnya secara langsung benda langit yang jatuh tersebut.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Hujan Deras Menurut Primbon Jawa, Tanda Rezeki atau Ujian?
Apa sih Meteorit?
Menurut NASA, meteorit merupakan batu luar angkasa yang tersisa dan jatuh ke permukaan bumi setelah menembus atmosfer. Istilah “meteorit” sering banget disalahartikan dengan kata lain seperti meteor dan meteorid.
Sebenarnya, antara ketiganya memiliki keterkaitan. Meteorid adalah partikel batu dari komet atau diameter beberapa sentimeter hingga meter, yang masih di luar angkasa. Itu adalah sebutan buat batu yang belum masuk atmosfer.
Sementara itu, meteor merupakan jejak cahaya di langit saat meteorid melintasi atmosfer. Setelah hancur, baru disebut sebagai mateorit. Jejak cahaya di langit ini sering juga disebut sebagai bintang jatuh.
Baca juga: Kiprah NU di Masa Penjajahan: Dari Politik Non-Kooperatif hingga Pendidikan Melawan Belanda
Perbedaan Meteorit dan Asteroid
Masih banyak orang juga bingung membedakan meteorit dan asteroid. Seperti yang disebut di atas, yaitu batu luar angkasa yang berhasil menembus atmosfer dan jatuh ke permukaan bumi.
Meteorit bisa berasal dari asteroid atau bahkan komet.
Sedangkan asteroid merupakan benda berbatu atau logam yang mengorbit pada matahari atua sumber gravitasi.
Ukuranya besar dan tidak beraturan, serta diyakini terbentuk dari sisa kelahiran atau kematian bintang dan planet.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Melihat Semut Merah Menurut Primbon Jawa, Pertanda Baik?
Meteorit Terbesar yang Pernah Jatuh ke Bumi
1. Hoba
Hoba merupakan meteorit seberat 60 ton yang jatuh di daerah Namibia 80.000 tahun lalu. Akan tetapi, benda ini ditemukan pada tahun 1920. Ukuran meteorit ini terbilang besar, tapi tidak terlihat meninggalkan kawah.
Meteorit ini diduga pertama kali menghantam laut sehingga kecepatan berkurang secara drastis.
2. Gancedo
Meteorit terbesar selanjutnya ada di daerah Campo del Cielo, barat laut Argentina. Meteorit ini ditemukan pada tahun 2016 dengan berat lebih dari 30 ton. Meteorit ini merupakan yang terbesar kedua di dunia.
3. Ahnighito
Meteorit ini disebut juga sebagai Cape York, yang menghantam bumi 10.000 tahun lalu. Meteorit ini ditemukan pertama kali pada 1894 di Greenland oleh Robert Peary.
Selanjutnya, benda yang memiliki berat 30 ton ini dibawa ke New York dan disimpan di American Museum of Natural History.
Baca juga: Misteri Kematian Edgar Allan Poe yang Aneh Usai Ditemukan Sedang Duduk Mengingau di Taman
4. El Chaco
Meteorit ini ditemukan kawahnya di Argentina pada 1576, lalu ditemukan kembali pada tahun 1774 dan pada 1980 telah dipastikan bahwa itu adalah meteorit. Meteorit yang memiliki berat 28 ton lebih ini sempat ada yang ingin mencurinya pada tahun 1990 dan 205, tapi tidak berhasil.
5. Armanty
Meteorit yang satu ini ditemukan di China pada tahun 1898. Fragmennya tersebar di wilayah seluas 425 kilometer persegi. Kini, benda ini dipajang di Urumqi, ibu kota Xinjiang. Meteorit ini memiliki berat sekitar 28 ton.
6. Bacubirito
Meteorit satu ini ditemukan di Meksiko pada tahun 1963 oleh Gilbert Ellis Bailey. Berat awal meteorit ini seberat 22 ton. Sementara itu, bentuknya memanjang hingga 4,2 meter. Namun, untuk waktu jatuhnya ke bumi belum diketahui pasti.
Baca juga: Doomsday Clock, Ketika Para Ilmuwan Menghitung Mundur Akhir Dunia
7. Willamette
Meteorit Willamette ditemukan oleh penambang Ellis Hughes di Oregon, Amerika Serikat. Benda ini ditemukan pada tahun 1902 dengan berat 15 ton. Menariknya, meteorit ini masih dihormati oleh suku asli Clackamas dengan menyebutnya “tomanowos”, berarti pengunjung dari langit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Iberdrola.com