Kamis, 10 JULI 2025 • 18:05 WIB

Semesta Ini Nyaris Kosong, Ilusi ‘Kepadatan’ yang Bikin Kita Gagal Paham

Author

Ilustrasi dark planet

INDOZONE.ID - Pernahlah Kamu merasa sesak karena dunia makin padat, populasi makin meledak, gedung makin menjulang, dan langit makin penuh satelit? 

Tapi siapa sangka, di balik semua itu, alam semesta sebenarnya... nyaris kosong. Ya, lebih dari 96% ruang di semesta ini adalah kehampaan.

Dan bagian paling mencengangkan? Ilmuwan menyebut bahwa kita—planet, bintang, galaksi, bahkan tubuh kita—hanya terdiri dari sekitar 4% dari apa yang “ada” di alam semesta. 

Sisanya terdiri dari materi gelap dan energi gelap, dua elemen kosmik yang hingga kini masih menyimpan banyak misteri bagi para ilmuwan.

Baca juga: Zone of Death di Utah: Tempat Aneh di Dunia di Mana Kamu Bisa Membunuh dan Tak Bisa Dihukum?

Ilusi Dunia yang Padat: Tertipu Perspektif

Saat kita melihat ke sekeliling—kemacetan, gedung pencakar langit, keramaian kota—terasa banget kalau bumi ini "penuh." 

Tapi semua itu hanya terjadi di satu planet kecil dalam satu sistem tata surya, yang bahkan cuma titik kecil di satu dari miliaran galaksi.

Coba bayangin: kalau Bumi sebesar kacang, maka Matahari seukuran bola basket, dan jaraknya hampir 25 meter. 

Nah, Pluto? Lebih jauh lagi, lebih dari dua lapangan bola. Di antara benda-benda langit ini, ada begitu banyak ruang kosong dan itulah standar di semesta ini: kosong.

Baca juga: Bumi Bergeser Diam-Diam: Fakta Mengerikan di Balik 'Silent Earthquake' yang Bisa Picu Gempa Besar

Materi Gelap: Sang Pengisi Kosong yang Tak Terlihat

Di sinilah dark matter atau materi gelap masuk. Meski tak bisa dilihat, disentuh, atau dipantulkan cahayanya, para ilmuwan tahu bahwa materi gelap itu ada karena efek gravitasinya terlihat jelas.

Misalnya, galaksi-galaksi di alam semesta bisa tetap “utuh” dan nggak tercerai-berai karena ditahan oleh gravitasi dari materi gelap.

Fakta yang bikin tercengang: sekitar 27% alam semesta terdiri dari materi gelap—zat tak kasatmata yang belum sepenuhnya dipahami, tapi memainkan peran besar dalam membentuk struktur kosmos. 

Lebih mengejutkan lagi, sekitar 68% sisanya adalah energi gelap—entitas yang jauh lebih misterius dan diyakini sebagai penyebab utama dari terus meluasnya alam semesta.

Baca juga: Piramida Dibangun Alien? Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejutkan yang Bikin Teori Konspirasi Goyah

Lalu Kita Ini Apa?

Ternyata, segala sesuatu yang bisa kita lihat, sentuh, dan ukur—bumi, manusia, hewan, air, udara, hingga cahaya bintang—semuanya hanya 4% dari total isi semesta. 

Ibarat minuman boba, kita ini cuma topping kecilnya, sisanya adalah lautan gelap yang kita belum pahami.

Kenapa Ini Penting Buat Kita?

Mungkin Kamu mikir: “Terus kenapa? Toh aku masih harus ngantor besok.” 

Tapi, pemahaman soal materi dan energi gelap ini bisa jadi kunci ke masa depan sains dan teknologi. 

Kalau suatu hari kita bisa memanfaatkan energi gelap, bukan nggak mungkin kita bisa melampaui batas-batas fisika yang selama ini kita kenal.

Selain itu, sadar bahwa kita cuma bagian kecil dari semesta bisa bikin kita lebih rendah hati dan mungkin juga lebih bijak sebagai manusia.

Baca juga: Harta Karun Keramik Kuno dari Masa Hellenistik Ditemukan di Bangkai Kapal di Laut Turki

Masih Banyak yang Belum Kita Tahu

Yang membuat topik ini makin menarik adalah betapa banyaknya hal yang belum kita pahami. 

Para ilmuwan di seluruh dunia masih meneliti, berspekulasi, dan merancang eksperimen besar-besaran untuk memahami si “pengisi kehampaan” ini.

Bayangkan, kita sudah bisa kirim manusia ke bulan, bikin AI canggih, dan mengedit gen manusia—tapi kita belum tahu secara pasti 96% dari isi alam semesta kita sendiri.

Baca juga: Berlian Merah Muda, Keajaiban Alam Langka yang Memikat Dunia Kolektor dan Ilmuwan

Semesta yang Sunyi Tapi Dalam

Di saat bumi makin ramai dan bising, semesta di luar sana tetap hening dan... kosong. 

Tapi justru dalam kehampaan itulah tersimpan rahasia terdalam eksistensi kita. 

Dan mungkin, jawaban-jawaban itu sedang menunggu ditemukan di antara kegelapan dan keheningan luar angkasa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Science.zeba.academy

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU