Ilustrasi Laut (Pinterest.com)
INDOZONE.ID - Selama beberapa dekade, konsensus ilmiah menyatakan bahwa air di planet kita merupakan hasil dari hantaman asteroid atau meteorit yang membawa kandungan air dan elemen pembentuknya. Namun, sebuah terobosan terbaru mulai menggoyang teori tersebut.
Sebagaimana dirilis dalam jurnal Icarus dan diulas oleh Discover Magazine, studi tersebut mengungkapkan bukti bahwa blok bangunan penyusun air sebenarnya sudah tersimpan di Bumi sejak awal fase pembentukan planet ini.
Hidrogen memegang peran kunci sebagai elemen esensial dalam sintesis air. Mengingat air merupakan prasyarat mutlak bagi ekosistem hayati, ketiadaan hidrogen secara otomatis akan membatalkan kemungkinan adanya kehidupan.
Baca juga: Mengenal Lapisan Atmosfer Bumi dan Fungsinya, Pelindung Tak Terlihat yang Menjaga Kehidupan
Oleh karena itu, mengidentifikasi sumber asli hidrogen di Bumi menjadi prioritas para ilmuwan guna merekonstruksi kronologi munculnya organisme pertama di dunia.
Melalui studi terhadap meteorit enstatite chondrite, tim peneliti dari Universitas Oxford berhasil menemukan bukti baru mengenai asal-usul air di Bumi.
Dipilih karena kemiripan komposisinya dengan material prototipe Bumi purba, meteorit ini terbukti mengandung konsentrasi hidrogen yang signifikan.
Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa hidrogen, unsur vital pembentuk air, sudah terintegrasi dalam material penyusun Bumi sejak awal pembentukannya.
Dengan demikian, kehadiran air di Bumi bukan lagi dianggap sebagai hasil dari bombardir asteroid di kemudian hari, melainkan warisan dari material pembentuk planet itu sendiri.
Ilustrasi Bumi. (photo/Ilustrasi/Pexels/Pixabay)
Keaslian temuan ini diuji dengan memastikan hidrogen tidak berasal dari kontaminasi terestrial. Melalui bantuan sinkrotron berteknologi sinar-X tinggi, tim meneliti meteorit LAR 12252 dan menemukan bahwa hidrogen sulfida tersembunyi jauh di dalam struktur internal kristalnya.
Karena zat tersebut tidak ditemukan di area permukaan yang berkarat atau retak, peneliti yakin bahwa hidrogen ini merupakan bagian asli dari meteorit tersebut.
Hal ini membuktikan bahwa material yang membentuk planet kita memang sudah mengandung hidrogen sejak awal.
"Kami sangat antusias ketika analisis menunjukkan adanya hidrogen sulfida, meski tidak berada di lokasi yang kami perkirakan," ujar Tom Barrett, mahasiswa pascasarjana Universitas Oxford sekaligus penulis studi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Discover Magazine