Selasa, 06 AGUSTUS 2024 • 07:52 WIB

William Kemmler dan Kisah Eksekusi Kursi Listrik Pertama di AS

Author

Ilustrasi William Kemmler di kursi listrik. (murderpedia.org)

INDOZONE.ID - Ini adalah kisah tentang William Kemmler, seorang pedagang sayuran asal Philadelphia, Pennsylvania, AS, yang dikenal sebagai orang yang dieksekusi pertama di kursi elektrik.

William Kemmler kelahiran 9 Mei 1860. William berasal dari keluarga pemabuk, baik Ayah maupun Ibunya.

Di usianya yang kesepuluh, William putus sekolah, mengakibatkannya tidak bisa membaca dan menulis. Ia pun mulai membantu sang Ayah bekerja sebagai tukang jagal di sebuah toko daging.

Namun sayang, Ayahnya meninggal akibat infeksi luka yang disebabkan oleh perkelahian yang dilakukannya dengan seseorang. Tak lama setelah itu, Ibunya pun meninggal akibat komplikasi penyakit akibat kebiasaannya meminum alkohol.

Baca Juga: Kasus Penelantaran Jasad Orang Tua di Jepang Semakin Meningkat, Mengapa?

Sejak dirinya hidup sebatang kara, William mulai bekerja sebagai seorang pedagang sayuran. Beruntung, usahanya ini laris manis, sehingga Ia bisa membeli Kuda beserta keretanya. Akan tetapi, karena sebuah kecelakaan kereta Kudanya ini hancur.

Sebagai seorang tukang sayur, William dikenal oleh pelanggannya sebagai Philadelphia Billy. Meski usahanya tergolong sukses, tapi Ia menghabiskan uang hasil jualannya dengan minum-minum.

Tidak banyak info yang diketahui soal hubungan asmaranya. Sampai di sebuah berita yang ditulis oleh media New York Times, William diam-diam menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Tillie Ziegler. New York Times juga menyebut kalau William dan Tillie sudah menikah secara siri.

Baca Juga: Mengungkap Mitologi Enggang, Burung Keramat dari Kalimantan

Kejadiannya terjadi pada tanggal 29 Maret 1889, dimana saat itu William sedang bertengkar dengan Tillie. William menuduh Tillie mencuri uangnya untuk bisa bersenang-senang dengan temannya. Pertengkaran mereka mencapai klimaksnya saat William yang gelap mata membacok Tillie dengan sebuah kapak hingga tewas.

Karena panik, William pun pergi ke rumah tetangganya dan melaporkan perbuatannya sendiri. William pun dilaporkan ke Polisi dan segera dibawa untuk dimintai keterangan.

Persidangannya William digelar pada 10 Mei 1889. Ia pun dituntut atas kasus pembunuhan terhadap Istri sirinya. Tiga hari kemudian, William pun dijatuhi vonis hukuman mati. William menjadi narapidana pertama di AS yang mendapat hukuman mati dengan cara disetrum menggunakan kursi listrik.

Kursi listrik yang dipakai untuk mengeksekusi William

Baca Juga: Mengenal Scaphism, Metode Eksekusi Paling Kejam di Persia Kuno

Di AS, hukuman kursi listrik baru disahkan pada 1 Januari 1888. Sementara kursi listrik itu sendiri ditemukan oleh seorang Dokter Gigi asal Buffalo, New York bernama Alfred Southwick di tahun 1881. Alfred mendapat permintaan dari Penjara Auburn, New York untuk dibuatkan kursi listrik guna menerapkan hukuman kursi listrik di sana.

Ilustrasi eksekusi matinya William

Keputusan hakim yang menetapkan William untuk dieksekusi menggunakan kursi listrik sempat menuai kecaman dari beberapa pihak, termasuk tim pengacaranya dan aktivis anti listrik arus bolak-balik bernama Harold P. Brown.

Menurut mereka, menghukum mati seorang narapidana dengan cara disengat listrik sebesar ribuan volt dinilai terlalu berlebihan dan tidak manusiawi. Walau begitu, hukuman pun tetap diberlakukan terlepas apapun bentuk kecamannya.

Di tanggal 6 Agustus 1890 pukul 05:00 waktu setempat, proses eksekusi kursi listrik pertama di AS resmi digelar. Karena dirasa kalau waktunya sudah tiba, William hanya bisa pasrah dan mengikuti semua instruksi dari pihak kepolisian dan eksekutornya dengan tenang.

Baca Juga: Misteri Batu di Puncak Merapi: Tragedi Erri Yunanto yang Menggemparkan

Setelah diikat ke kursi, William pun disengat dengan listrik sebesar 1.000 Volt AC. Ia langsung tak sadarkan diri usai disetrum, membuat para Polisi yakin bahwa William sudah mati. Tapi, denyut nadinya masih ada saat diperiksa oleh tim medis.

Alhasil, William yang masih dalam kondisi setengah sadar harus diikat kembali ke kursi. Kali ini, pihak eksekutor menaikkan tegangannya menjadi 2.000 Volt AC. Di percobaan keduanya ini, tubuhnya William langsung hangus terbakar, sekaligus mengkonfirmasi bahwa dirinya sudah mati.

Jurnalis New York Times yang hadir saat proses eksekusi mati menuliskan pengalaman mengerikannya saat melihat langsung bagaimana jasadnya William mulai terbakar akibat sengatan listrik. Kulitnya perlahan-lahan mulai meleleh seiring naiknya suhu, setelah jasadnya terbakar, aroma ruangan eksekusi sangat busuk.

Baca Juga: Di Balik Tradisi Carok Suku Madura: Menyingkap Makna di Balik Duel Berdarah

Beberapa orang yang melihat proses eksekusinya William sampai ketakutan melihat bagaimana tubuhnya William mulai hancur secara perlahan-lahan. Untuk prosesnya sendiri memakan waktu selama 8 menit. Sang jurnalis pun berkesimpulan bahwa hukuman kursi listrik jauh lebih mengerikan dibanding hukuman mati lainnya, seperti digantung atau dipancung.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU