Sabtu, 13 JULI 2024 • 23:16 WIB

Moors Murders, Kasus Kematian 5 Anak di bawah Umur yang Menggemparkan Inggris

Author

INDOZONE.ID - Ini adalah kasus pembunuhan yang terjadi di Manchester, Inggris pada periode Juli 1963 sampai Oktober 1965. Mengakibatkan 5 orang anak di bawah umur dengan rentang usia 10-17, meregang nyawa di tangan 2 orang pelaku.

Kasus ini dimulai dari tanggal 12 Juli 1963, kedua pelaku yang merupakan sepasang kekasih, bernama Ian Brady dan Myra Hindley berencana untuk melakukan sebuah "pembunuhan nan sempurna".

Ian dan Myra melakukan aksi kejinya ini usai pulang bekerja, kebetulan mereka bekerja di perusahaan yang sama, yakni di Millwards Merchandising, sebuah perusahaan distribusi bahan baku kimia yang beroperasi di Gorton, Manchester.

Baca Juga: Peristiwa 13 Juli: Pembunuhan Tokoh Prancis hingga Konser Amal Live Aid!

Dalam perjalanan pulang, Myra mengendarai mobil van, sementara Ian mengendarai sepeda motor pribadinya. Saat melintasi jalanan kota Gorton, Ian melihat seorang anak kecil perempuan yang sedang melintas seorang diri.

Dari sini, Ian "memberi kode" kepada Myra untuk melancarkan aksinya. Namun, Myra mengacuhkan "kode" itu" dengan alasan kalau anak kecil yang mereka lihat barusan adalah anak tetangganya Myra.

Upaya Ian dan Myra gagal dalam melancarkan aksi kriminalnya. Tapi, mereka tidak berhenti begitu saja.

Baca Juga: Pasar Gaib di Gunung Lawu Bikin Pendaki Tersesat Kalau Tidak Transaksi dengan Makhluk Astral

Sekitar pukul 19:30 waktu setempat di Jalan Froxmer, dua sejoli itu melihat Pauline Reade, seorang gadis berumur 16 tahun yang merupakan teman sekolah Adiknya Myra. Mereka berdua pun berhenti dan mulai mengajak bicara Pauline yang sedang melintas sendirian.

Myra pada awalnya mengajak Pauline untuk pulang bersamanya, tapi Pauline menolak. Kemudian, Myra meminta Pauline untuk membantu Ian mencari sarung tangannya yang hilang di Saddleworth Moor, sebuah lahan tegalan di wilayah barat laut Inggris. Pauline malah menerima permintaan tolong dari Myra, Ia pun pergi ke Saddleworth Moor bersama dengan Ian.

Sekitar setengah jam kemudian, Ian kembali menemui Myra yang masih berada di Jalan Froxmer. Lalu, mereka berdua pergi ke Saddleworth Moor untuk menyembunyikan bekas kejahatannya Ian. Ya, Ian mengajak Pauline ke lahan tegalan itu untuk menghabisi nyawanya Pauline.

Baca Juga: 3 Teori Konspirasi Seram Karakter Dora the Explorer: Dari Penyihir hingga Buta!

Pauline dibunuh dengan cara digorok lehernya. Setelah itu, Ian sempat memperkosa mayatnya Pauline. Usai puas, Ian kembali menemui Myra untuk meminta bantuan dalam mengubur mayatnya Myra. Kemudian, mereka berdua pun pergi saat semuanya sudah dirasa aman.

 

Pembunuhan kedua terjadi di malam hari tanggal 23 November 1963. Saat itu, Ian dan Myra bertemu dengan korban keduanya di Pasar Ashton-under-Lyne. Kali ini, yang jadi korbannya adalah John Kilbride, seorang bocah laki-laki berumur 12 tahun.

Modusnya masih sama, meminta tolong kepada korban untuk mencarikan sarung tangan Ian yang hilang di Saddleworth Moor. Bedanya, Ian akan mengajak John untuk minum syeri, sebuah minuman yang terbuat dari anggur putih. John pun setuju dengan tawarannya Ian, tapi siapa sangka kalau itu adalah saat-saat terakhir dalam hidupnya.

Ian, Myra dan John pergi ke lahan tegalan itu menggunakan mobil Ford Anglia. Sesampainya di lokasi, Ian pergi bersama John untuk mengeksekusi tindak kriminalnya. Seperti biasa, Ian menemui Myra setelah selesai menghabisi nyawa korbannya untuk membantunya mengubur mayat korban.

Baca Juga: Kisah Ole Evinrude, Temukan Mesin Tempel Perahu dan Kapal Bermotor Gara-gara Es Krim

Berbeda dengan korban sebelumnya, John dilecehkan terlebih dahulu oleh Ian, sebelum akhirnya Ia dibunuh dengan cara dicekik menggunakan tali.

Lebih gilanya lagi, usai mengubur mayatnya John, Ian menyuruh Myra berdiri di atas kuburannya John dan memintanya untuk berpose bersama Anjing peliharaannya. Lalu, Ian dan Myra pun mengadakan sesi pemotretan tepat di atas kuburannya John.

Foto Myra saat berpose di atas kuburannya John

Aksi kriminal 2 sejoli ini kembali terjadi pada tanggal 16 Juni 1964. Pada percobaan kali ini, Myra berpura-pura meminta bantuan kepada calon korbannya untuk membantunya membawa barang ke "rumahnya".

Baca Juga: Perjuangan Malala Suarakan Akses Pendidikan untuk Wanita Ketika Hadapi Kebrutalan Penembakan Taliban

Myra pun mendapat korbannya, seorang bocah laki-laki berumur 12 tahun bernama Keith Bennett. Setelah dibantu, Myra menawarkan diri untuk mengantar Keith pulang. Saat ditanya, Keith sedang dalam perjalanan menuju rumah Neneknya di Longsight, Manchester seorang diri.

Myra pun "mengantar" Keith, tapi dalam perjalanannya, Ian membuntuti Myra dari belakang menggunakan mobil van, sementara Myra membawa Keith menggunakan mobil Mini Pick-Up.

Myra berhenti di sebuah rest area yang lokasinya tidak jauh dari tegalan Saddleworth Moor. Myra berpura-pura keluar untuk membeli cemilan, meninggalkan Keith sendirian di dalam mobil.

Baca Juga: Deretan Weton Berada Pada Fase Kejayaan di Bulan Suro 2024 Menurut Primbon Jawa

Dari situ, Ian pun datang menemui Keith yang tengah sendirian di dalam mobilnya Myra. Dan lagi-lagi, Ian melakukan modus serupa untuk memancing korbannya. Keith dengan polosnya mau membantu Ian, tanpa menduga kalau itu adalah saat terakhir dalam hidupnya.

Setengah jam kemudian, Ian kembali ke rest area dan mengajak Myra untuk menutupi jejak kriminalnya. Ian memperlakukan Keith sama seperti John dalam aksi kriminalnya kali ini. Bedanya, Ian dan Myra tidak melakukan sesi pemotretan di atas kuburannya Keith.

Percobaan keempat terjadi di tanggal 26 Desember 1964. Saat itu, Ian dan Brady sedang berkunjung ke sebuah pasar malam di Ancoats, Manchester.

Mereka berhasil menemukan korban keempatnya, seorang gadis kecil berumur 10 tahun bernama Lesley Ann Downey, yang sedang sendirian di tengah kerumunan pengunjung pasar malam.

Untuk memancing Lesley, Ian dan Myra berpura-pura menjatuhkan kantong belanjaannya tepat di depan gadis kecil itu. Lalu, mereka meminta bantuan Lesley untuk membawakan kantong belanjaan mereka ke mobil. Lesley menyetujuinya, kemudian Ia pun diajak oleh Ian dan Myra untuk "diantar pulang".

Baca Juga: Ikan Purba Mola Mola Ditemukan di Bali, Miliki Berat 1.000 kg yang Mampu Bikin Kapal Karam

Rumahnya Ian dan Myra

Mereka bertiga pun pergi dari pasar malam, lalu mereka pergi menuju rumahnya Ian dan Myra di Wardle Brook Avenue. Lesley pun langsung disekap, ditelanjangi, diperkosa sampai akhirnya dicekik hingga tewas.

Pada percobaan kali ini, Ian dan Myra merekam semua aksi kejinya. Di video tersebut, terdengar jelas suara teriakan minta tolong Lesley beserta suaranya Ian dan Myra. Video tersebut juga menunjukkan bagaimana Ian dan Myra memperlakukan Lesley dari awal sampai akhir.

Setelah Lesley meninggal, 2 sejoli itu pergi ke Saddleworth Moor untuk mengubur mayatnya di sana, bersama dengan jasadnya Pauline, John dan Keith.

Baca Juga: Cerita Rakyat Suanggi: Roh Jahat Berasal Dari Tumbal Keluarga Hingga Tewaskan 9 Orang

Sampailah kita ke korban terakhir dari aksi kejinya Ian dan Brady. Kejadian ini terjadi di tanggal 6 Oktober 1965 dan berawal di Stasiun Kereta Api Manchester Central.

Setelah mencari calon korban, mereka pun menemukan seorang remaja berumur 17 tahun bernama Edward Evans. Sebagai modusnya, Ian mengajak Edward untuk minum anggur di rumahnya, yang mana itupun disetujui oleh Edward.

Sesampainya di rumah, Ian meminta Myra untuk memanggil Kakak Iparnya yang bernama David Smith. Hubungan antara Ian dan David ini sudah sangat akrab, bahkan David "mengaku kagum" dengan Ian. Dengan perginya Myra, hanya Ian dan Edward saja yang tinggal berdua di rumah.

Baca Juga: Gara-gara Masalah Sepele, Pesawat Terbang Ini mengalami Kecelakaan di Paris Pada 1973 Silam

Alasan Ian meminta Myra untuk memanggil David adalah untuk membantunya membawakan mayatnya Edward. David pun mau untuk membantu Ian dan Myra membawakan mayatnya Edward ke tegalan Saddleworth Moor. Tidak hanya membantu, David juga menjadi saksi dari aksi sadisnya Ian dalam menghabisi nyawanya Edward.

Pada 7 Oktober 1965 pukul 03:00 waktu setempat, David baru pulang ke rumahnya usai membantu Ian dan Myra dalam membungkus dan menyembunyikan mayatnya Edward ke dalam kasur. Dari sini, rasa kagum yang dimiliki David kepada Ian, mulai berubah menjadi rasa takut.

Foto para korban: Edward Evans (kiri atas), Keith Bennett (tengah atas), Pauline Reade (kanan atas), John Kilbride (kiri bawah) dan Lesley Ann Downey (kanan bawah)

David pun segera melaporkan Ian dan Myra ke Polisi. Dan hanya butuh waktu sekitar 3 jam bagi Polisi untuk tiba di rumahnya Ian dan Myra.

Yang bertugas dalam operasi penangkapannya Ian dan Myra adalah Opsir Bob Talbot, seorang petinggi kepolisian Staybridge, Manchester. Bersamanya, Bob dibantu oleh rekannya yang merupakan seorang detektif berpangkat Sersan.

Bob dan rekannya menyamar sebagai kurir toko roti. Saat menemui Myra di rumahnya, Bob memintanya untuk bertemu dengan Ian, "Suaminya" sendiri. Myra mengelak dengan bilang kalau Ia belum menikah.

Baca Juga: Misteri Aokigahara, Hutan yang Dikenal Sebagai Tempat Bunuh Diri di Jepang

Sampai akhirnya, Bob dan rekannya menunjukkan identitas aslinya dan meminta Myra untuk masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah, Bob menemukan Ian sedang berbaring di ranjang. Ia pun langsung menginterogasi Ian terkait aksi pembunuhannya terhadap Edward.

Ian pun mengelak dan mengaku tidak mengetahui apapun. Saat rumah sejoli itu digeledah, Bob dan rekannya berhasil menemukan mayatnya Edward yang masih terbungkus kasur dan plastik. Atas temuan itu, Ian digiring ke kantor Polisi.

Myra saat itu masih belum ditangkap karena belum ditemukan bukti terkait keterlibatannya dengan aksi kriminalnya Ian. Setelah bukti didapat, pada 11 Oktober 1965, Myra pun ditangkap.

Baca Juga: Kisah Horor 3 Roh Pendendam di Jepang: Ada Roh Para Wanita hingga Hantu Wanita yang DIsiksa

Proses pencarian kuburan para korban

Proses sidang pun digelar pada 19 April 1966. Walaupun proses persidangannya hanya berlangsung selama 2 minggu saja, tapi butuh waktu bertahun-tahun sampai pihak kepolisian berhasil menemukan semua lokasi kuburan korbannya Ian dan Myra.

Pada awalnya, Ian dan Myra sempat direncanakan untuk diberi vonis hukuman mati. Tapi kemudian, hukumannya diringankan menjadi hukuman penjara selama seumur hidup. Myra meninggal terlebih dulu pada tanggal 15 November 2002, sementara Ian meninggal di tanggal 15 Mei 2017.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC, Wikipedia, The New York Times

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU