INDOZONE.ID - Rodney Alcala adalah salah satu nama paling dikenal dalam sejarah kriminal Amerika Serikat (AS).
Melansir laman Biography, Jumat (8/05/2026), sosok ini dikenal sebagai pembunuh berantai yang menggunakan pesona, kecerdasan, dan penampilannya untuk memikat korban.
Karena sempat tampil di acara televisi The Dating Game pada 1978, ia kemudian dijuluki “The Dating Game Killer”.
Di balik citranya yang terlihat ramah di layar kaca, tersimpan jejak kejahatan sangat kelam.
Awal Kehidupan Rodney Alcala
Berdasarkan laman Biography, Rodney James Alcala lahir pada 23 Agustus 1943 di San Antonio, Texas. Masa mudanya sempat diwarnai pendidikan tinggi dan karier yang terlihat menjanjikan.
Ia bahkan menempuh pendidikan seni rupa dan dikenal memiliki IQ tinggi.
Namun, di balik itu, Rodney memiliki riwayat gangguan mental dan didiagnosis mengalami gangguan kepribadian antisosial setelah sempat bergabung dengan militer.
Kasus Kejahatan yang Pertama Kali Terungkap
Melansir laman Biography, kasus kriminal Rodney mulai terungkap pada 1968 ketika ia menyerang seorang anak perempuan berusia 8 tahun bernama Tali Shapiro.
Korban ditemukan dalam kondisi kritis, tetapi berhasil selamat.
Alih-alih langsung mempertanggungjawabkan perbuatannya, Rodney melarikan diri dan hidup menggunakan identitas samaran. Ia kemudian sempat ditangkap, tetapi hanya menjalani hukuman yang relatif singkat sebelum kembali bebas.
Setelah keluar dari penjara, jejak kejahatannya justru berlanjut.
Tampil di Televisi, Padahal Buronan Kejahatan
Salah satu hal yang paling mengejutkan dari kisah Rodney Alcala adalah penampilannya di acara kencan populer The Dating Game pada 1978.
Berdasarkan laman Biography, saat itu Rodney berhasil memenangkan pilihan kontestan wanita bernama Cheryl Bradshaw.
Namun setelah bertemu langsung di balik layar, Cheryl Bradshaw merasa tidak nyaman dan membatalkan kencan tersebut karena menganggap Rodney “terasa menyeramkan”.
Keputusan itu diyakini membuatnya terhindar dari bahaya.
Modus yang Menjebak Korban
Melansir Biography, Rodney Alcala kerap mengaku sebagai fotografer untuk mendekati perempuan. Dengan pembawaan tenang dan meyakinkan, ia membuat korbannya merasa aman sebelum akhirnya melakukan kejahatan.
Secara resmi, Rodney Alcala dikaitkan dengan setidaknya delapan pembunuhan, tetapi sejumlah penyelidik meyakini jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih banyak, bahkan disebut berpotensi mencapai lebih dari 100 orang.
Polisi turut menemukan ratusan foto perempuan di loker penyimpanannya, yang hingga kini masih menyisakan misteri tentang identitas banyak orang di dalam foto tersebut.
Baca juga: Kisah Stephanie Lazarus, Detektif Kepolisian yang Ternyata Menjadi Pembunuh Berdarah Dingin
Akhir Hidup Rodney Alcala
Setelah melalui proses hukum panjang selama bertahun-tahun, Rodney Alcala akhirnya divonis bersalah atas sejumlah pembunuhan dan dijatuhi hukuman mati.
Namun, berdasarkan laman Biography, ia meninggal karena sebab alami pada 24 Juli 2021 di usia 77 tahun saat masih berada dalam tahanan di California.
Kisah Rodney Alcala kemudian kembali ramai dibahas setelah diangkat ke layar lebar lewat film Netflix Woman of the Hour, yang menyoroti penampilannya di The Dating Game, momen ketika seorang pembunuh berantai nyaris berkencan di televisi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Biography