Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 20 MARET 2026 • 19:20 WIB

Kisah Tsui Po-ko: Perampok dan Pembunuh Berantai dri Hong Kong yang Ternyata Polisi

Kisah Tsui Po-ko: Perampok dan Pembunuh Berantai dri Hong Kong yang Ternyata PolisiKasus Tsui Po-ko, ppolisi yang menjadi permpok dan pembunuh berantai di Hongkong (Wikipedia, Instagram/hogkong_explorer)
INDOZONE.ID - Kasus Tsui Po-ko mengguncang Hong Kong setelah terungkap bahwa seorang anggota kepolisian aktif menjalani kehidupan ganda sebagai perampok bersenjata sekaligus pembunuh berantai.

Fakta-fakta ini baru sepenuhnya terbuka setelah kematiannya dalam baku tembak pada Maret 2006, sebuah insiden yang kemudian memicu salah satu penyelidikan forensik terpanjang dalam sejarah kota tersebut.

Berikut ini beberapa fakta yang diungkap dengan South China Morning Post.

Awal Karier dan Ambisi yang Terhambat

Tsui dikenal sebagai polisi berprestasi. Ia bergabung dengan kepolisian pada 1993 dan menonjol dalam pelatihan, bahkan meraih penghargaan “silver whistle”. Kemampuannya menembak nyaris sempurna, menjadikannya salah satu penembak terbaik di institusinya.

Baca juga: Kasus Pria Hong Kong Bunuh Pacarnya Karena Dianggap Alien, Benarkah Karena Gak Bisa Hamil?

Namun di balik prestasi itu, kariernya stagnan. Berkali-kali gagal naik pangkat dan tidak lolos seleksi unit elit, Tsui mulai menunjukkan tanda frustrasi. Ia dikenal sulit berkomunikasi dan keras kepala, faktor yang disebut menghambat kemajuannya.

Secara sosial, ia tampak menjalani kehidupan normal—menikah, memiliki anak, bahkan tampil di acara kuis televisi. Namun penyelidikan kemudian menemukan sisi lain: kebiasaan berjudi, kehidupan malam tersembunyi, serta aktivitas finansial yang tidak wajar.

Pembunuhan Polisi dan Senjata yang Hilang

Jejak kekerasan pertama terjadi pada Maret 2001, ketika seorang polisi muda, Leung Shing-yan, tewas ditembak saat merespons laporan gangguan. Investigasi menunjukkan bahwa panggilan tersebut kemungkinan jebakan.

Korban ditembak lima kali dari jarak dekat, dan senjata dinasnya hilang. Kasus ini sempat buntu, meski ribuan orang diperiksa. Baru setelah kematian Tsui, bukti DNA di lokasi kejadian mengarah kepadanya. Senjata yang dicuri itu kemudian menjadi kunci dalam kejahatan berikutnya.

Perampokan Bank Berdarah

Beberapa bulan setelah pembunuhan tersebut, tepatnya Desember 2001, Tsui melakukan perampokan bersenjata di sebuah bank di Tsuen Wan. Ia masuk sendirian dengan wajah tertutup dan menembak mati petugas keamanan yang berusaha melawan.

Baca juga: 10 Pembunuh Berantai dengan Zodiak Pisces, Ada yang Dijadikan Film!

Dengan membawa uang ratusan ribu dolar Hong Kong, ia berhasil melarikan diri. Polisi menemukan bahwa senjata yang digunakan identik dengan revolver milik polisi yang hilang sebelumnya. Rekaman CCTV, kesaksian saksi, serta analisis forensik kemudian menguatkan dugaan bahwa pelaku adalah Tsui, meski saat itu identitasnya belum terungkap.

Aliran Uang Misterius

Investigasi pascakematian mengungkap bahwa Tsui memiliki 19 rekening tersembunyi dengan total hampir 3 juta dolar Hong Kong. Transaksi dilakukan secara tunai dan tidak sejalan dengan gajinya sebagai polisi.

Sebagian dana diduga berasal dari hasil perampokan. Selain itu, ia aktif dalam investasi berisiko tinggi seperti perdagangan valuta asing dan saham, yang justru membuatnya mengalami kerugian besar. Tekanan finansial ini diyakini menjadi salah satu motif di balik kejahatannya.

Baku Tembak Terakhir

Kasus ini mencapai puncaknya pada 17 Maret 2006. Di sebuah lorong bawah tanah di kawasan Tsim Sha Tsui, Tsui menyergap dua polisi yang sedang patroli. Ia menembak keduanya, menyebabkan satu tewas dan satu luka berat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: South China Morning Post

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Tsui Po-ko: Perampok dan Pembunuh Berantai dri Hong Kong yang Ternyata Polisi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!