Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 28 MARET 2026 • 13:00 WIB

Kisah Ameneh Bahrami Wanita yang Disiram Air Keras Usai Menolak Lamaran Pria

Kisah Ameneh Bahrami Wanita yang Disiram Air Keras Usai Menolak Lamaran PriaAmeneh Bahrami Memgang Foto Dirinya Sebelum Disiram Air Keras (The Guardian)

INDOZONE.ID - Kisah Ameneh Bahrami menjadi salah satu tragedi kemanusiaan yang menyita perhatian dunia.

Ia menjadi korban serangan air keras setelah menolak lamaran seorang pria yang tidak bisa menerima penolakan tersebut.

Diserang Setelah Berulang Kali Menolak Lamaran

Peristiwa tragis itu terjadi pada Oktober 2004 di Teheran. Saat itu, Ameneh Bahrami yang berusia 26 tahun baru saja pulang kerja ketika dihadang oleh Majid Movahedi, pria yang sebelumnya terus memaksanya untuk menikah.

Baca juga: Kisah Marla Hanson, Model Cantik yang Wajahnya Disayat karena Obsesi Sang Pemilik Apartemen

Penolakan Ameneh tidak diterima dengan baik. Pelaku bahkan sempat mengancam akan menghancurkan hidupnya. 

Hingga pada hari kejadian, ancaman itu benar-benar terjadi. Movahedi melemparkan cairan asam ke wajah Ameneh, menyebabkan luka parah, kebutaan total, serta cacat permanen.

Dampak Serangan yang Mengubah Hidup

Serangan tersebut tidak hanya merusak fisik Ameneh, tetapi mengubah seluruh hidupnya. Ia yang saat itu sedang menempuh pendidikan di bidang elektronika dan bekerja di perusahaan teknik medis, harus menghentikan mimpinya.

Penanganan medis yang lambat turut memperparah kondisinya. Ameneh harus menunggu berjam-jam sebelum akhirnya mendapatkan perawatan serius dari dokter spesialis mata.

Baca juga: Tragedi Berdarah di India: Pengantin Wanita Ditembak Tepat di Atas Pelaminan!

Sejak saat itu, ia menjalani banyak operasi, termasuk perawatan di Spanyol untuk merekonstruksi wajahnya.

Perjuangan Mencari Keadilan

Kasus ini menjadi sorotan luas, baik di Iran maupun internasional. Dalam proses hukum, Ameneh menuntut keadilan melalui hukuman qisas, yaitu prinsip “mata ganti mata” dalam hukum Islam.

Awalnya, hukuman yang dijatuhkan dianggap tidak setimpal. Namun setelah melalui berbagai proses, pengadilan akhirnya memutuskan bahwa pelaku akan dibutakan pada kedua matanya sebagai bentuk pembalasan.

Putusan ini memicu perdebatan global, terutama dari aktivis hak asasi manusia yang menilai hukuman tersebut tidak manusiawi.

Keputusan Mengampuni di Detik Terakhir

Momen paling mengejutkan terjadi pada tahun 2011, ketika eksekusi hukuman hendak dilaksanakan. Di saat-saat terakhir, Ameneh justru memutuskan untuk mengampuni pelaku.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Ameneh Bahrami Wanita yang Disiram Air Keras Usai Menolak Lamaran Pria

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!