Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 28 MARET 2026 • 13:15 WIB

Menguak Fakta Seribu Pintu: Jejak Sejarah Kelam Lawang Sewu hingga Mitos Mistisnya

Menguak Fakta Seribu Pintu: Jejak Sejarah Kelam Lawang Sewu hingga Mitos MistisnyaWisata horor Lawang Sewu. (pariwisata.semarangkota.go.id)

INDOZONE.ID - Di pusat kota Semarang, berdiri megah Lawang Sewu — bangunan ikonik yang tak hanya dikenal karena arsitekturnya yang indah, tetapi juga karena cerita mistis yang melekat kuat. 

Namun, di balik berbagai kisah horor yang beredar, ada fakta sejarah yang jauh lebih kompleks dan menarik untuk ditelusuri.

Dibangun untuk Kepentingan Transportasi Kolonial

Lawang Sewu mulai dibangun pada tahun 1904 dan selesai sekitar 1907. Gedung ini difungsikan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api Hindia Belanda, yaitu Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Secara arsitektur, bangunan ini dirancang dengan konsep modern pada masanya, memaksimalkan sirkulasi udara melalui banyak pintu dan jendela besar. 

Baca juga: Teror Boneka Annabelle: Dari Kado Ulang Tahun Jadi Urban Legend Dunia, Ini Fakta Asli di Baliknya!

Nama “Lawang Sewu” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “seribu pintu”, menggambarkan banyaknya bukaan pada bangunan ini — meskipun jumlahnya tidak benar-benar mencapai seribu.

Selain itu, kaca patri yang menghiasi bagian dalam gedung bukan sekadar dekorasi. Visual tersebut menggambarkan kemajuan teknologi dan transportasi kereta api pada masa kolonial, menjadi simbol modernisasi saat itu.

Perubahan Fungsi di Masa Pendudukan Jepang

Saat Perang Dunia II berlangsung, Jepang mengambil alih gedung ini dan mengubah fungsinya menjadi fasilitas militer, termasuk penjara.

Ruang bawah tanah Lawang Sewu yang terkenal sempit dan lembab memang digunakan untuk menahan tahanan. 

Baca juga: Kisah Musisi yang Disebut Lakukan Perjanjian Iblis Biar Jago Main Gitarnya, Matinya Gak Wajar

Sejumlah sumber sejarah menyebutkan adanya praktik penyiksaan dan kondisi tidak manusiawi yang dialami para tahanan, meskipun detailnya tidak selalu terdokumentasi secara lengkap.

Fakta inilah yang menjadi dasar kuat munculnya citra “angker” pada bangunan tersebut — berangkat dari sejarah nyata, bukan sekadar cerita fiksi.

Saksi Pertempuran Pascakemerdekaan

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Lawang Sewu menjadi salah satu lokasi penting dalam konflik antara Indonesia dan Belanda. 

Baca juga: Tempat yang Disukai Jin: Tidak Cuma Rumah Kosong, Ada Juga Loh yang Tempat Ramai

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Thelittlehouseofhorrors.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menguak Fakta Seribu Pintu: Jejak Sejarah Kelam Lawang Sewu hingga Mitos Mistisnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!