Minggu, 21 DESEMBER 2025 • 17:00 WIB

Pemutus Tumbal Perjanjian Leluhur: Kisah Mistis yang Berakhir Tragis

Author

Ilustrasi Pemutus Tumbal Perjanjian Leluhur. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Andra kembali ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun pergi. Ia datang bukan untuk reuni keluarga atau nostalgia masa kecil, tapi karena kabar duka: Mak Tuo meninggal dunia.

Bersama Parasit, temannya sejak kecil, Andra turun dari mobil sewaan dan menatap desa kecil yang dulu selalu ia anggap tenang dan aman.

Tapi kali ini, suasananya berbeda. Udara pedesaan terasa asing, dan rumah gadang keluarganya berdiri tegak namun renta, seolah memanggilnya untuk menyelesaikan sesuatu yang belum pernah ia sentuh sebelumnya.

Yuk simak kisah mistis pemutus tumbal perjanjian leluhur dilansir dari YouTube @OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!

Baca juga: Kisah Mistis Pager Wetan di Lereng Gunung Semeru: Perjanjian Kelam Sang Kuncen Cari Tumbal

Kedatangan yang Tidak Biasa

Pak Rasid, tetua kampung sekaligus sahabat Mak Tuo, langsung menjemputnya. Dari awal, nada bicaranya sudah aneh.

Kalimat-kalimatnya penuh tanda dan peringatan yang membuat Andra mengerutkan kening. Semua memuncak saat ia melihat kain merah tua tergantung di atas pintu rumah gadang.

“Itu penanda waktu tumbal tiga generasi sudah dekat,” ujar Pak Rasid.

Andra hanya mendengus. Baginya, semua itu tahayul kampung yang enggak masuk akal.

Ia datang sebagai insinyur, bukan dukun. Namun malam pertama setelah pemakaman, keyakinannya mulai goyah.

Warisan yang Mengusik

Sebuah kotak kayu peninggalan Mak Tuo diberikan padanya. Di dalamnya ada surat dan kunci besi tua berbentuk tanduk kerbau.

Isi surat itu memperingatkan bahwa Andra adalah darah terakhir garis ibu yang harus menghentikan perjanjian tumbal.

Andra menertawakan isinya. Tapi setelah itu, hal-hal aneh mulai terjadi. Mulai lampu berayun tanpa angin, suara tangis perempuan, dan bisikan lirih memanggil namanya di kamar mandi.

Bahkan bayangan tinggi kurus sempat muncul di belakangnya ketika lampu mati. Ia menganggapnya sugesti. Sampai mimpi buruk itu datang.

Baca juga: Kisah Mistis Perjanjian Berdarah di Desa Sukamaju: Antara Utang, Iblis, dan Iman

Ilustrasi Pemutus Tumbal Perjanjian Leluhur. (Foto: Freepik @Freepik)

Mimpi Tentang Risa

Di mimpi gelap penuh api, Andra melihat Tante Risa dikejar makhluk perempuan hitam legam dengan mata merah membara. Makhluk itu berteriak meminta darah, sementara Risa berlari ketakutan sambil memanggilnya.

Andra terbangun dengan keringat dingin, tapi mimpi itu belum selesai.

Pagi harinya, Bu Erna datang sambil menangis. Risa ditemukan meninggal di kamarnya dengan luka berbentuk simbol rumah gadang di dada.

Andra terdiam. Ia ingin menyangkal semuanya, tapi apa yang ia lihat tak bisa dijelaskan logika.

Tekanan yang Semakin Nyata

Di pemakaman Risa, Pak Rasid kembali mendekatinya. Ia mengatakan bahwa tumbal selalu datang dari tiga generasi: tua, menengah, dan muda. Mak Tuo dan Risa sudah menjadi dua korbannya.

“Korban ketiga adalah adikmu, Lulu,” ucapnya.

Andra langsung menolak. Baginya, itu tetap hanya mitos. Namun sesuatu di dadanya terasa berat.

Bayangan mimpi, peringatan Mak Tuo, dan kematian Risa membuatnya makin tidak tenang.

Teror yang Kian Dekat

Malam berikutnya, Andra kembali diterjang mimpi buruk. Ia melihat Lulu berdiri di tengah ruang berkabut dengan mata kosong.

Makhluk perempuan hitam itu muncul lagi dan menyeret Lulu ke dalam kegelapan. Andra hanya bisa menjerit saat adiknya menghilang.

Ia terbangun dengan napas kacau. Tak lama, pesan WhatsApp dari ibunya masuk yaitu,

“Andra, cepat pulang. Lulu pingsan tiba-tiba. Dokter bilang dia koma… tolong cepat pulang.”

Darah Andra serasa berhenti mengalir. Namun sebelum ia sempat bangkit, rumah itu mulai berisik. Langkah kaki muncul dari loteng.

Ketukan di jendela lantai dua. Tangisan perempuan di kamar Mak Tuo. Bayangan kaki tergantung di sudut ruangan.

Andra berlari ke kamar dan menguncinya. Tapi ketukan pindah ke pintu kamarnya.

Tok. Tok. Tok. “Andra… buka pintunya…” Suara itu bukan suara manusia.

Baca juga: Kisah Horor Pengantin Iblis: Antara Cinta, Keputusasaan, dan Perjanjian Gelap

Ilustrasi Pemutus Tumbal Perjanjian Leluhur. (Foto: Freepik @Freepik)

Dalam gelap, Andra hanya bisa memeluk dirinya sendiri. Semua logika modern yang selama ini ia pegang seolah runtuh di malam itu.

Kutukan, tumbal, perjanjian menjadi hal yang dulu ia anggap mitos, kini menghantamnya tanpa henti.

Di satu sisi, ia ingin kabur kembali ke Jakarta. Tapi suara Lulu, wajah Mak Tuo, dan kematian Risa membuatnya tidak bisa lagi berpura-pura bahwa semua ini hanyalah kebetulan.

Nah sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, suara itu kembali terdengar dari balik pintu,

“Andra… waktunya sudah dekat…”

Malam itu, ia sadar satu hal bahwa tidak peduli ia percaya atau tidak, perjanjian leluhur itu sudah menagihnya.

Nah satu-satunya cara untuk menghentikanna adalah kembali membuka rumah gadang dan menghadapi apa pun yang menunggu di dalamnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU