Ilustrasi Perjanjian Berdarah. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Langit Jawa Barat sore itu seperti lagi ngambek. Matahari masih nyala terang, tapi hawanya bikin kulit lengket seperti abis disiram minyak goreng.
Hasan, santri 22 tahun dari Pesantren Nur Iman di Cirebon, ngebut pakai motor Supra pinjaman temannya.
Di belakang, Rudi, sahabat seperjuangannya di pesantren meluk erat biar gak jatuh di jalan tanah yang berdebu.
Tujuan mereka cuma satu yaitu pulang ke Desa Sukamaju. Hasan baru aja dapat kabar kalau ayahnya sakit keras.
Tapi, entah kenapa, makin dekat ke desa, suasananya malah makin gak enak. Sawah-sawah yang biasanya hijau malah layu seperti kehilangan semangat hidup.
Orang-orang lewat dengan wajah murung, dan udara terasa berat. Ada yang gak beres, tapi Hasan belum tahu apa sebenarnya kisah mistis di balik kondisi ini.
Yuk simak kisah perjanjian berdarah dilansir dari YouTube @OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!
Baca juga: Kisah Mistis Pelet Kober: Cinta yang Tak Tersampaikan Berujung Maut
Begitu sampai di pertigaan dekat kuburan, Rudi tiba-tiba minta berhenti. Di bawah pohon waru, warga lagi ngurusin pemakaman.
Jenazah baru diturunkan ke liang lahat. Hasan kenal beberapa wajah, tapi yang bikin dia kaget, bukan duka yang keliatan di mata mereka, tapi ketakutan.
"Pak Maman," bisik seorang warga. "Lukanya aneh, kayak dicakar harimau."
Hasan terdiam. Pak Maman itu petani baik, gak pernah cari masalah. Tapi tiba-tiba meninggal dengan luka seperti itu?
Ketika Hasan tanya lebih lanjut, seorang bapak tua nyeletuk lirih, “Dia punya utang sama Budi Santoso...”
Nama itu bikin suasana makin dingin. Budi Santoso, rentenir kaya di pinggir desa. Orang-orang bilang dia kejam. Tapi kali ini, sepertinya ada sesuatu yang lebih dari sekadar urusan uang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube