Ilustrasi Teror Sosok ‘Cindai’ di Rumah Angker. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih, kamu ngerasa aura sebuah rumah itu nggak enak banget, sampai bikin bulu kuduk berdiri cuma dengan sekali lewat?
Dunia horor memang nggak pernah ada habisnya buat dibahas. Apalagi, kalau menyangkut teror yang mengincar nyawa orang tersayang di tengah kondisi yang rentan.
Kali ini, ada sebuah cerita mencekam yang datang dari sebuah desa terpencil yang jauh dari keramaian kota. Di mana, sebuah keluarga kecil harus berhadapan dengan entitas gaib yang sangat haus akan darah.
Kisah mistis ini bukan sekadar cerita seram biasa, tapi juga memberikan pelajaran penting soal apa yang seharusnya kita percayai saat dalam kondisi sulit.
Dilansir dari YouTube/OM BRIZZ OFFICIAL, perjuangan antara nyawa dan kepercayaan ini bermula dari kepedulian seorang adik kepada kakak iparnya yang sedang mengandung.
Baca juga: Kisah Mistis Rumah Terkutuk, Tempat Perantauan yang Berujung Petaka
Cerita ini berpusat pada sosok Lena, seorang mahasiswi yang diminta bantuan oleh kakaknya sendiri, Bang Reno.
Kondisinya saat itu cukup mendesak karena Bang Reno harus pergi dinas luar kota selama dua bulan penuh. Padahal istrinya, Mbak Nila, sedang hamil besar.
Sebagai adik yang baik, Lena pun setuju untuk terbang ke tempat tinggal kakaknya demi menjaga sang kakak ipar agar tidak sendirian di rumah.
Namun, sejak pertama kali menginjakkan kaki di sana, Lena sudah merasakan ada yang aneh.
Desa tempat Bang Reno tinggal sangat sepi, dikelilingi pohon-pohon besar, dan udaranya terasa jauh lebih dingin dari biasanya.
Aura rumah yang terlihat modern itu, justru terasa sangat berat dan menyimpan misteri yang bikin Lena nggak bisa santai.
Ketegangan mulai muncul saat Mbak Nila curhat soal kondisinya yang belakangan ini sering banget mimpi buruk.
Ternyata, untuk mengatasi rasa takutnya, Mbak Nila memakai sebuah tangkal atau jimat yang diberikan oleh salah satu tetangganya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube