INDOZONE.ID - Keajaiban Wood Wide Web mengungkap bahwa hutan bukan sekadar kumpulan pohon, melainkan sebuah sistem yang saling terhubung layaknya jaringan komunikasi alami.
Konsep ini menggambarkan bagaimana pohon-pohon dapat “berinteraksi” melalui jaringan bawah tanah yang kompleks.
Istilah Wood Wide Web merujuk pada jaringan mikoriza, yaitu hubungan antara akar pohon dan jamur di dalam tanah.
Berdasarkan laporan The Guardian, jaringan ini terbentuk dari hifa jamur yang menghubungkan satu pohon dengan pohon lainnya.
Baca juga: Apakah Kelapa Sawit Termasuk Pohon? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Melalui jaringan tersebut, pohon dapat bertukar nutrisi dan sumber daya.
Sistem ini sering diibaratkan seperti “internet biologis” karena mampu menghubungkan berbagai individu dalam satu ekosistem hutan.
Konsep ini semakin populer setelah penelitian yang dipimpin oleh Suzanne Simard, yang menunjukkan bahwa jaringan ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan hutan.
Jaringan mikoriza memungkinkan pohon mengirimkan nutrisi ke pohon lain melalui akar yang saling terhubung. Proses ini terjadi melalui jalur jamur yang bertindak seperti “kurir” alami.
Pohon yang lebih besar atau lebih tua bahkan diketahui dapat menyalurkan sumber daya kepada bibit muda di sekitarnya.
Hal ini membantu meningkatkan peluang hidup generasi berikutnya, terutama dalam kondisi lingkungan yang sulit.
Baca juga: 7 Mitos Pohon di Indonesia yang Konon Dihuni Makhluk Halus, Nomor Terakhir Bikin Merinding
Selain itu, jaringan ini juga diyakini berperan dalam penyebaran sinyal kimia, misalnya sebagai respons terhadap ancaman seperti hama.
Fenomena Wood Wide Web mengubah cara pandang terhadap hutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian