INDOZONE.ID - Di tengah ramainya kota yang nggak pernah tidur, berdiri sebuah angkringan yang katanya paling hits di sudut jalan utama yang menyimpan kisah pesugihan.
Setiap sore, sebelum matahari turun, pengunjung sudah mulai berdatangan, dari mahasiswa yang ngerjain tugas, pegawai kantoran yang mau lepas penat, sampai seniman jalanan yang suka tampil di pojokan.
Menunya sih sederhana yaitu nasi kucing, sate usus, gorengan, wedang jahe, teh manis, sampai kopi hitam panas.
Tapi entah kenapa, rasanya selalu bikin nagih. Suasananya juga bikin nyaman dengan lampion-lampion kecil, bangku kayu panjang, musik akustik yang kadang muncul, dan obrolan ringan di setiap meja. Pokoknya vibe-nya hangat banget.
Pemiliknya, Pak Seno, dikenal ramah dan murah senyum. Setiap malam dia turun langsung menyapa pelanggan, hafal pesanan langganan, dan selalu nyebar energi positif.
Banyak yang bilang, angkringan ini nggak cuma tempat makan, tapi juga tempat cerita dan mimpi anak muda.
Yuk simak kisah pesugihan sate mayit dilansir dari YouTube @OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!
Baca juga: Misteri Pesugihan Sate Gagak: Ritual yang Mempertaruhkan Nyali dan Nyawa
Malam yang Berubah Jadi Misteri
Malam itu, Dimas dan tiga temannya, Reza, Andi, dan Fajar yang memutuskan nongkrong di angkringan itu.
Seperti biasa, mereka pesan sate jeroan, nasi kucing, gorengan, dan wedang jahe. Semuanya tampak normal.
Mereka makan sambil ketawa-ketawa, cerita ngalor ngidul, tanpa sadar malam itu bakal jadi malam misterius yang nggak akan mereka lupakan.
Begitu sampai rumah, satu per satu mulai ngalamin hal aneh. Dimas mimpi dikejar perempuan berbaju putih di tengah hutan gelap.
Andi mimpi ketemu perempuan yang kepalanya bisa muter 180 derajat. Fajar malah mimpi didatangi sosok yang ngetok-ngetok jendela kamar sambil bilang, “Kamu lupa sesuatu…”
Semua mimpi itu sama menakutkannya. Nah yang bikin ngeri, mereka semua ngalamin di malam yang sama.
Mimpi Buruk Jadi Nyata
Besok paginya, tiga temannya Dimas mendadak sakit parah. Demam tinggi, badan dingin, dan lemas seperti nggak punya tenaga.
Dokter bilang mereka sehat, nggak ada penyakit apa pun. Tapi kondisi mereka malah makin parah. Akhirnya Dimas memutuskan bawa mereka ke kosannya supaya bisa dijaga.
Tapi malam berikutnya malah makin gila. Reza, Andi, dan Fajar mulai mengigau. Fajar bahkan sampai mencekik lehernya sendiri dalam tidur.
Suara mereka berubah, gerakannya aneh, seperti ada sesuatu yang menguasai tubuh mereka.
Karena panik, Dimas akhirnya bawa mereka ke masjid terdekat. Malam itu kebetulan ada pengajian.
Ustaz dan jamaah langsung bantuin baca doa dan rukiah. Begitu ayat-ayat suci mulai dibacakan, tubuh ketiga temannya bereaksi hebat. Mereka menjerit, kejang-kejang, sampai muntah cairan hitam kental yang baunya anyir.
Nah yang paling bikin semua orang syok, dari mulut mereka keluar potongan daging kecil. Bentuknya mirip sate. Tapi warnanya abu-abu dan busuk. Semua orang di masjid sontak pucat.
Baca juga: Pesugihan 'Pawon Iblis': Kisah Mistis di Balik Rumah Mewah dan Warung Bakso Laris
Rahasia di Balik Sate Angkringan
Ustaz yang ngerukiah mereka akhirnya buka suara. Katanya, angkringan yang mereka datangi itu bukan warung biasa. Angkringan itu menggunakan Pesugihan Sate Mayit.
Pemiliknya melakukan ritual pesugihan dengan menggunakan daging manusia dari mayat untuk dijadikan bahan sate. Siapa pun yang makan tanpa sadar ikut jadi “tumbal” dalam pesugihan itu.
Dimas dan teman-temannya langsung lemas. Mereka nggak nyangka makanan yang tadi malam mereka nikmatin ternyata bisa sekejam itu.
Tapi ustaz bilang, berkat rukiah malam itu, hubungan mereka dengan pesugihan itu sudah terputus. Walau begitu, mereka masih harus hati-hati, karena “sisa gangguan” bisa saja datang lagi kalau mereka lemah iman dan diliputi rasa takut.
Mereka pun disarankan untuk memperbanyak doa, membaca Ayat Kursi, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas setiap malam.
Karena satu hal yang pasti, makhluk-makhluk jahat nggak bisa mengalahkan orang yang kuat imannya.
Jangan Pernah Balik Lagi
Malam itu, setelah rukiah selesai, mereka pulang dalam keadaan lemas tapi sedikit lebih tenang.
Tapi rasa takut belum sepenuhnya hilang. Jalanan malam terasa asing. Suara angin dan jangkrik terdengar aneh. Setiap bayangan pohon seolah mengintai.
Sesampainya di kos, mereka cuma bisa saling pandang. Fajar gemetar, Reza masih pucat, dan Andi menunduk diam.
Dimas akhirnya ngomong pelan, “Kita jangan pernah balik ke angkringan itu lagi. Sekalipun.”
Ketiganya hanya mengangguk. Nah malam itu, meski tubuh mereka pulih, hati mereka belum bisa tenang.
Karena di balik rasa gurih sate yang dulu mereka suka, ternyata ada aroma kematian yang nggak akan pernah bisa mereka lupakan.
Baca juga: Pesugihan Bererong di Bali: Kaya Sekejap, Tapi Diteror sampai ke Sanak Keluarga
Jadi, kalau suatu malam kamu mampir ke angkringan yang terlalu ramai tapi terasa janggal, seperti bau satenya terlalu tajam, atau penjualnya terlalu ramah, ingat kisah ini.
Bisa jadi, itu bukan cuma angkringan biasa. Bisa jadi, kamu sedang duduk di Angkringan Pesugihan Sate Mayit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube