Ilustrasi Pesugihan Bererong di Bali. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Wayan, seorang pemuda Denpasar, hidupnya berubah drastis dalam hitungan bulan.
Teman-temannya, Yan, Gede, dan Ketut, masih nggak habis pikir. Rumahnya kini lebih besar dari bendesa, pesta meriah, makanan lengkap, mobil berjajar di jalan.
Semua orang heran, “Gimana bisa secepat ini?” Wayan tersenyum tipis, gelas araknya berputar pelan.
Rezeki itu datang kalau kita rajin cari kesempatan, katanya. Tapi sebenarnya, rahasia kekayaannya bukan cuma soal kerja keras tetapi juga pesugihan.
Yuk, simak kisah pesugihan barerong di Bali dilansir dari YouTube/OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!
Baca juga: Kisah Mistis Jimat Sodo Lanang, Senjata Rahasia Penghancur Pesugihan
Halaman rumah dipenuhi cahaya lampu warna-warni. Musik gamelan terdengar merdu, aroma sate dan lawar menggoda lidah. Tapi di tengah pesta, listrik tiba-tiba padam.
Dentum gamelan terdengar dari arah yang aneh, bukan dari speaker. Tamu-tamu panik. Nah di pojok gelap, beberapa melihat sosok hitam besar dengan mata merah menyala. Wayan tahu siapa yang baru muncul, makhluk itu menagih janji.
Setelah pesta bubar, Wayan sendiri di rumah, bisikan makhluk itu terus menghantui. Ia harus memberikan tumbal, bukan sesajen biasa, tapi darah manusia.
Mulai dari gelandangan di jembatan, sopir taksi, hingga teman dekatnya sendiri. Setiap tumbal mengalirkan kekayaan lebih cepat ke rekeningnya, tapi harga yang dibayar semakin berat mulai rasa takut, kesepian, dan trauma yang menempel setiap saat.
Bisnis Wayan meroket. Telepon tak berhenti berdering, pesanan dagang bertubi-tubi, mitra bisnis yang dulu menolak kini berebut kerjasama.
Tapi di balik semua itu, tubuhnya kurus, wajahnya pucat, mata merah karena kurang tidur.
Sosok-sosok korban tumbalnya terus menghantui mulai muncul di jalan, di kaca spion mobil, bahkan di rumahnya sendiri. Kekayaan bertambah, tapi hidupnya hancur.
Baca juga: Pesugihan Tali Pocong: Teror Bau Darah dan Tangisan Arwah di Desa Karangom
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube