INDOZONE.ID - Kadang rasa sayang orang tua bisa jadi begitu kuat sampai bikin mereka nekat ngelakuin hal yang nggak terpikirkan.
Itulah yang terjadi sama Gary Plauche, seorang ayah yang jadi berita utama gara-gara aksinya di depan kamera TV.
Bukan buat cari sensasi, tapi demi ngebela anaknya yang jadi korban pelecehan.
Ceritanya bikin merinding, tapi juga penuh pelajaran penting soal keadilan dan rasa sakit yang nggak kelihatan dari luar.
Baca Juga: Teungku Chik di Tiro dan Revolusi Aceh: Ulama dalam Pusaran Sejarah Kolonial
Kisah bermula pada tahun 1984, Jody Plauche, bocah 11 tahun yang aktif ikut latihan karate, tiba-tiba hilang.
Usut punya usut, ternyata dia diculik sama gurunya sendiri, Jeff Doucet.
Parahnya lagi, Jeff bukan cuma menculik tapi juga ngelecehin Jody selama mereka jalan-jalan ke Disneyland.
Begitu Jody akhirnya bisa pulang ke rumah, polisi langsung bawa Doucet balik ke Louisiana untuk diproses hukum.
Tapi Gary, ayah Jody, nggak mau cuma duduk diam dan udah punya rencana sendiri.
Ia nunggu di Bandara Baton Rouge, pura-pura nelpon di dekat deretan telepon umum.
Pas Jeff lewat bareng sheriff, Gary langsung menembaknya dari jarak dekat.
Kamera TV yang meliput momen itu ngerekam semuanya secara live dan Jeff dikabarkan tewas sehari kemudian.
Buat sebagian orang, Gary dianggap pahlawan. Tapi di mata hukum, dia tetap ngelakuin tindakan kriminal.
Meski begitu, hukuman yang dia terima relatif ringan yakni tujuh tahun penjara dengan masa percobaan, ditambah 300 jam pelayanan masyarakat.
Namun kabarnya, Gary sempat menghabiskan beberapa hari di penjara, namun akhirnya dibebaskan dan hanya diberi sanksi percobaan dan pelayanan masyarakat.
Yang menarik, justru reaksi dari Jody sendiri. Ia nggak pengen Jeff mati, ia hanya ingin penderitaannya berhenti.
Baca Juga: Tahta dan Tanah Jajahan: Politik Konservatif di Hindia Belanda Abad ke-19
Rasa trauma yang dia alami bikin dia susah buat cerita sama siapa pun, termasuk orang tuanya. Karena dia tahu, ayahnya bukan orang yang bisa nerima cerita itu tanpa bertindak ekstrem.
Lama-kelamaan, Jody akhirnya mulai buka suara. Dia aktif memberi edukasi orang tua biar lebih waspada sama predator anak.
Lewat pengalaman pahit itu, ia pengen bantu keluarga lain biar nggak ngalamin hal serupa.
Penulis: Eliani Kusnedi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Espn.com