INDOZONE.ID - Seperti yang kita tahu bahwa, stasiun bogor merupakan salah satu stasiun yang di bangun pada abad ke 19 di Jawa Barat. Pada tahun 1851, seorang Letnan yang bernama I Geni David Maarschalk mendapatkan sebuah tugas untuk membuat rencana pemasangan rel dari Batavia ke Buitenzorg yang harus diselesaikan secepat mungkin, yaitu harus selesai pada tahun 1853.
Rancangan inilah yang dijadikan dasar untuk pembuatan jalan kereta api lintas Batavia-Buitenzorg. Pada tahun yang mendatang yaitu tahun 1861, permohonan konsesi dari seseorang yang bernama Poolman mendapatkan sebuah konsesi untuk memasang jalur rel kereta Semarang-Serakarta-Yogyakarta. Dua tahun yang mendatang mereka membangun kereta api Batavia-Buitenzorg.
Pemasangan jalan rel dan pengoperasian alat angkut kereta api jalur Batavia-Buitenzorg diperoleh NISM berdasarkan surat keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 1 tanggal 27 Maret 1864 dan surat keputusan Raja Belanda tanggal 22 Juli 1868. Konsesi ini diberikan karena jalur tersebut dianggap memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, sebab bertalian erat dengan pengangkutan hasil produksi tanaman ekspor dari Jawa Barat, seperti kopi, teh, dan juga kina.
Pembangunan rel kereta api Batavia-Buitenzorg ini dimulai pada tanggal 15 Oktober 1869. Pembukaannya ditandai dengan dilaksanakannya upacara yang dihadiri oleh Gubernur Jenderal P. Myer. Dan pelaksanaannya dipimpin oleh Ir. J.P Bordes.
Baca Juga: Jejak Rel Pertama: Awal Mula Kereta Api di Indonesia pada Abad ke-19
Pada pembangunan rel kereta ini memiliki fakta yang menarik, yang dimana pembangunan ini dilakukan secara bergelombang. Pada gelombang pertama di Jakarta sepanjang 9.270 m. bagian kedua yaitu, Jatinegara sepanjang 20.892 m. Dan pada gelombang ketiga yaitu Buitenzorg (Bogor) sepanjang 20.344 m. Cara ini dilakukan karena pada saat itu mengalami kesulitan dalam hal keuangan, maka pembangunan dilakukan secara bergelombang atau bertahap.
Stasiun Bogor Abad 19/Pinterest
Di sepanjang jalan rel Batavia-Buitenzorg yang letaknya sepanjang 58,6 km ini terdapat 15 stasiun yang dimulai dari Stasiun Pasar Ikan, melewati stasiun-stasiun Jakarta Kota, Sawah Besar, Pintu Air (Noordwijk), Gambir, Pegangsaan, Jatinegara, Pasar Minggu, Lenteng Agung, Pondok Cina, Depok, Citayam, Bojong Gedeh, Cibelut dan pemberhentian berakhir di Bogor.
Baca Juga: Melihat Sejarah Stasiun Bogor, Dibangun Belanda untuk Angkut Hasil Kebun
Pada awalnya stasiun Bogor ini hanya sebuah stasiun kereta api yang menghubungkan antara Batavia (Jakarta)-Buitenzorg (Bogor). Namun, pada tahun 1881 bangunan stasiun ini diperbesar untuk dapat menampung penumpang dengan jumlah yang banyak, khususnya bagi penumpang yang melakukan perjalanan Sukabumi Bogor, ke Depok dan juga Jakarta. Layanan kereta api di lingkungan Jawa Barat ini dimulai tahun 1881 dan mulai berkembang dari tahun ke tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Patanjala