Minggu, 19 JANUARI 2025 • 15:13 WIB

Kisah Winner Lane dan Loser Lane, Sebuah Eksperimen Nama yang Berakhir Tak Terduga

Author

Kisah Winner dan Loser Lane, kakak adik yang nama dan nasibnya terbalik. (Istimewa)

INDOZONE.ID - Nama menjadi satu hal yang paling diingat oleh orang-orang. Selain menjadi identitas, nama juga mampu menjadi doa. Hal ini merupakan peribahasa yang sering muncul dalam keseharian kita.

Baca Juga: Kilas Balik Kisah Mbah Jiwo, Nenek yang Mutilasi Cucunya Jadi 79 Bagian: Hendak Dimasak Gulai!

Namun berbeda untuk kakak-beradik ini asal New York, Amerika Serikat (AS). Nama dari sang ayah, menjadi sebuah eksperimen yang diharapkan mampu memengaruhi alur hidup mereka.

Nyatanya, tidak demikian. Bagaimana kisah antara kedua kakak-beradik ini? Berikut kisahnya!

Sang Ayah Menamakan Winner dan Loser Lane

Robert Lane sudah menjadi ayah dari lima anak dengan nama depan unik. Keluarganya tumbuh di sebuah proyek perumahan bersubsidi di Distrik Harlem, New York.

Namun, Robert merasa dihantui dengan pikiran, bahwa pilihan nama mampu memengaruhi masa depan seorang anak.

Oleh sebab itu, di 1958, Robert memutuskan untuk menamakan anak keenamnya Winner Lane.

“Winner” diartikan sebagai pemenang sehingga Robert berharap anaknya mampu mendapatkan banyak kebaikan dalam hidup.

Di usia Winner yang ketiga, Robert mengumumkan anak ketujuhnya. Sang ayah meminta saran nama dari putri sulungnya yang menyebut, “Loser” atau pecundang.

“Karena sudah mempunyai Winner di rumah, bagaimana jika kita namakan Loser?” ujar sang putri sulung sehingga tumbuhlah putra keenam dan ketujuh Robert dengan nama Winner Lane dan Loser lane.

Kehidupan Winner dan Loser Lane di Proyek Wagner Harlem

Sama seperti banyak keluarga di sekitar kawasan tersebut, Robert dan keluarganya berasal dari keluarga kulit hitam dengan pendapatan menengah.

Nama Winner dan Loser juga tidak menarik banyak perhatian.

“Saat masih kecil, kamu tidak tahu bahwa nama itu (Loser) adalah hal yang buruk. Dan kemudian, di sekolah, semua orang mengenal kamu, tetapi itu sudah menjadi hal biasa,” ujar Loser dalam sebuah wawancara.

Kakak-beradik tersebut tumbuh dengan kepribadian yang berbanding terbalik. Loser menjadi sosok individu yang unggul dalam bidang akademik dan olahraga.

Sementara itu, Winner memilih untuk menempuh jalan yang mengarah kepada kegiatan kriminal.

Winner Lane Menjadi Seorang Kriminal

Di usia 19 tahun, Winner ditahan pertama kali karena sebuah penyerangan pada September 1977.

Baca Juga: 10 Fakta dan Mitos Seputar Imlek: Yuk Pahami Tradisi dengan Bijak!

Sejak itu, ia hidup yang diwarnai oleh aktivitas kriminal. Secara keseluruhan, Winner ditangkap sebanyak 30 kali atas beberapa pelanggaran seperti pencurian, penjebolan, kekerasan dalam rumah tangga, perlawanan terhadap penangkapan dan masih banyak lagi.

Loser Lane Memperoleh Beasiswa dan Menjadi Polisi

Di sisi lain, Loser tumbuh menjadi orang berprestasi dalam hidupnya. Ia memperoleh beasiswa di Pomfret School, sebuah sekolah asrama yang elite.

Ia juga melanjutkan kuliahnya di Lafayette College, Pennsylvania dan memutuskan untuk menjadi detektif di New York Police Department (NYPD) dengan gaji enam digit pada 1984.

Di antara rekan kerjanya, Loser mempunyai panggilan baru yakni “Lou”. Beberapa tahun menjadi detektif, Loser pun diangkat menjadi sersan.

Kakak Beradik yang Jarang Bertemu

Dalam sebuah wawancara pada 2002, Winner dan Loser diduga sudah jarang bertemu. Di 2002 itu, Winner baru saja dibebaskan dari penjara.

Karena Winner merupakan seorang kriminal dan Loser adalah anggota polisi, ini membuat mereka jarang bertemu.

Winner sesekali akan berusaha menghubungi Loser mengenai urusan finansial. Tetapi, karena profesi Loser, ia terpaksa membatasi kontak.

Dari eksperimen ini, terbukti kedua anak Robert Lane mempunyai nasib dan takdir berbeda-beda. Menariknya, mereka mempunyai hasil yang berbanding terbalik.

Lantas, apakah sebuah nama mampu mengubah takdir kita? 

Penulis: Gadis Kinamulan Esthiningtyas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram, Msn.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU