INDOZONE.ID - Indische Partij atau Partai Hindia, organisasi politik pertama di Hindia Belanda, didirikan pada 25 Desember 1912 oleh E.F.E. Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Ki Hajar Dewantara.
Partai ini mengusung semangat nasionalisme Hindia dengan tujuan mewujudkan kemerdekaan tanah air dari pemerintah kolonial Belanda.
Menggunakan istilah Indische yang kala itu lebih dikenal dibanding "Indonesia," Indische Partij memperjuangkan gagasan bahwa Hindia adalah milik bersama, mencakup bumiputera, Belanda, Tionghoa, Arab, dan kelompok lainnya.
Baca Juga: Sejarah Hari Guru: Perjuangan dan Penghormatan kepada Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Dilansir dari jurnal yang ditulis Ningsih Setiawati berjudul “Kontribusi Gagasan Kritis dari Tiga Serangkai Dalam Mewujudkan Nasionalisme Indonesia (1912-1914)", organisasi ini mempromosikan persatuan seluruh rakyat Hindia serta kesetaraan tanpa diskriminasi rasial atau kasta.
Sebelum resmi berdiri, Douwes Dekker memulai propaganda keliling Pulau Jawa pada 15 September hingga 3 Oktober 1912.
Ia menjalin kerja sama dengan tokoh-tokoh seperti Tjipto Mangoenkoesoemo, Suwardi Suryaningrat, dan beberapa pengurus organisasi lokal, termasuk Sarekat Islam dan Budi Utomo.
Propaganda ini berhasil membentuk 30 cabang Indische Partij dengan 7.300 anggota pada saat pendiriannya.
Indische Partij juga aktif melibatkan media massa seperti surat kabar Tjahaja Timoer untuk menyebarluaskan ideologi mereka.
Dengan tekad membangun rasa patriotisme di kalangan rakyat Hindia, partai ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pergerakan nasional menuju kemerdekaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Nasional