Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 24 NOVEMBER 2024 • 11:46 WIB

Sejarah Hari Guru: Perjuangan dan Penghormatan kepada Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Sejarah Hari Guru: Perjuangan dan Penghormatan kepada Pahlawan Tanpa Tanda JasaFoto berkelompok Hogere Kweekschool (HKS, sekolah guru tingkat atas) di Bandung (tahun 1925-1926).

INDOZONE.ID - Di Indonesia, pada 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional.

Momentum ini merupakan bentuk penghargaan terhadap guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Peringatan ini tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga berbagai negara lain dengan tanggal berbeda.  

Baca Juga: Menelisik Rekam Jejak Keturunan Guru Biola WR Soepratman di Tulungagung

Awal Mula Perjuangan Guru di Indonesia

Sejarah Hari Guru di Indonesia bermula dari pembentukan organisasi guru pribumi pada masa penjajahan Belanda.

Pada 1912, berdirilah Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB), sebuah organisasi yang menghimpun guru-guru dari berbagai latar belakang pendidikan tanpa memandang perbedaan ijazah, tempat kerja, agama, suku, golongan, gender, maupun asal-usul.  

Para anggota PGHB, yang kebanyakan mengajar di sekolah desa atau sekolah rakyat, menghadapi tantangan besar dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan mereka.

Ketimpangan status sosial dan perbedaan pangkat di antara guru-guru ini, menjadi hambatan utama.

Meski begitu, PGHB tetap gigih berjuang hingga merebut beberapa posisi penting dari Belanda, seperti jabatan kepala sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS) yang secara bertahap dipegang oleh orang Indonesia.  

Selain PGHB, banyak organisasi guru lain bermunculan, seperti Perserikatan Normal School (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HSB), Persatuan Guru Bantu (PGB), dan Perserikatan Guru Desa (PGD).

Bersama-sama, organisasi ini memperjuangkan persamaan hak antara guru pribumi dan Belanda, sekaligus menyuarakan semangat kebangsaan.  

Baca Juga: Kisah Nabi Khidir, Guru dan Teman Nabi Musa AS yang Diyakini Masih Hidup Sampai Hari Ini

Transformasi Menjadi Persatuan Guru Indonesia

Pada 1932, nama PGHB diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan Belanda karena kata "Indonesia" mencerminkan semangat kebangsaan yang mereka hindari.

Sebaliknya, bagi bangsa Indonesia, nama ini menjadi simbol harapan dan cita-cita kemerdekaan.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sejarah Hari Guru: Perjuangan dan Penghormatan kepada Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!