INDOZONE.ID - Chandragupta Maurya merupakan pendiri Kekaisaran Maurya, yang diakui sebagai penyatu pertama subbenua India. Ia diperkirakan lahir sekitar tahun 340 SM dan memerintah dari sekitar tahun 320 SM hingga 298 SM.
Keberhasilannya dalam mengalahkan Raja Dhana Nanda, memungkinkan ia untuk menyatukan hampir seluruh wilayah India di bawah kekuasaannya.
Dalam catatan sejarah Yunani, ia dikenal dengan nama Sandrokottos. Selain itu, Chandragupta juga merupakan kakek dari Kaisar Ashoka, yang dikenal sebagai salah satu maharaja paling berpengaruh dalam sejarah India.
Chandragupta berasal dari latar belakang yang sederhana. Ia diduga merupakan putra Pangeran Sarwarthasiddhi di kekaisaran Nanda.
Setelah mengusir raja terakhir Dinasti Nanda, Dhana Nanda, dengan bantuan nasihatnya, Chanakya, Candragupta mendirikan dinastinya sendiri.
Baca Juga: Deretan Cerita Kambing yang Terlahir dengan Wajah Manusia di India, Ada yang Disembah Bagaikan Dewa
Pemerintahan Candragupta ditandai dengan konsolidasi kekuasaan dan pengembangan administrasi yang efisien.
Chandragupta Maurya berhasil menyatukan India melalui serangkaian strategi militer, diplomasi, dan reformasi pemerintahan yang cermat.
Candragupta memulai permulaan dengan Dinasti Nanda, yang saat itu menguasai sebagian besar benua India.
Dengan bantuan mentor dan penasihatnya, Chanakya, ia merencanakan kudeta untuk merebut kekuasaan.
Meskipun awalnya gagal menyerang ibu kota Nanda di Pataliputra, Chandragupta dan Chanakya melakukan kampanye bertahap di perbatasan Nanda, menaklukkan wilayah demi wilayah hingga akhirnya mengepung Pataliputra dan mengalahkan Dhana Nanda.
Setelah kematian Aleksander Agung pada 323 SM, banyak wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Makedonia menjadi tidak stabil. Chandragupta melihat peluang ini untuk memperluas kekuasaannya.
Ia memimpin serangkaian kampanye militer melawan satrap (penguasa daerah) yang ditinggalkan oleh Aleksander di Lembah Indus dan India barat laut.
Dalam Perang Seleukia-Maurya pada 305 SM, Candragupta berhasil mengalahkan Seleukus I Nicator dan mencapai perjanjian damai yang menguntungkan, termasuk pengakuan atas wilayah-wilayah yang dikuasainya.
Di bawah kepemimpinan Chandragupta, penyebaran agama Buddha mulai berkembang, yang membantu memperkuat identitas budaya di seluruh India.
Hal ini juga menciptakan rasa persatuan di antara berbagai kelompok etnis dan budaya dalam warisannya.
Setelah menduduki kekuasaan Maurya, Chandragupta menyerahkan kekuasaan kepada putranya, Bindusara.
Kekaisaran ini kemudian mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahan cucunya, Asoka. Keberhasilan Candragupta dalam menyatukan India menjadikannya salah satu tokoh paling dihormati dalam sejarah India sehingga ia dikenal dengan gelar Samraat atau Chakrawartin sebagai kaisar anak benua India.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Myth, Legend Or History