INDOZONE.ID - Pada masa Perang Dunia II, Jerman memiliki keunggulan darat dibandingkan sekutu. Hal ini dibuktikan dengan strategi terkenalnya, yaitu Blitzkrieg yang meluluhlantakkan angkatan darat sekutu.
Berbanding terbalik dengan angkatan daratnya, angkatan laut Jerman tidak memiliki kemampuan yang sama.
Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine) bisa mengalahkan sekutu pada Operasi Weserübung pada 1940. Akan tetapi, kemenangan itu dibayar mahal oleh Jerman dengan hancurnya setengah dari total kapal perangnya.
Untuk mengatasi kelemahan dalam hal tersebut, Adolf Hitler menunjuk Karl Donitz sebagai laksamana dari Kriegsmarine, menggantikan Erich Raeder yang sebelumnya gagal mengalahkan sekutu dalam pertempuran Laut Barents pada 1942.
Karl Donitz merupakan perwira angkatan laut spesialis kapal selam. Dia memfokuskan Kriegsmarine untuk memproduksi lebih banyak kapal selam yang lebih murah dan sulit terdeteksi oleh musuh.
Ia menciptakan strategi wolfpack, dengan U-Boat Jerman akan memecah armada pasukan musuh. Lalu, kapal musuh yang terpancing keluar dari jangkauan armadanya, lalu akan diserang oleh armada kapal selam milik Donitz.
Selain itu, strategi ini juga bertujuan menyerang konvoi dagang milik sekutu yang akan melemahkan mesin perang mereka.
Selama kepemimpinannya di Kriegsmarine, ia menenggelamkan ratusan kapal dagang dan beberapa kapal perang milik sekutu yang terpisah dari armadanya.
Kejatuhan Karl Donitz dan Jerman
Pihak Sekutu yang frustrasi karena kehilangan kapal, mencoba melindungi konvoi dagang mereka dengan mencoba berbagai cara. Ambil contoh, mencoba memecahkan sandi rahasia yang dibuat oleh enigma, komputer penyandi milik Jerman
Dengan bantuan Alan Turing, sekutu mampu memecahkan kode dari enigma. Alhasil, sekutu mengetahui lokasi dari armada kapal selam miliki Kriegsmarine.
Baca Juga: Little Boy dan Fat Man, Bom Atom yang Hancurkan Jepang hingga Akhiri Perang Dunia II
Sekutu pun membentuk armada khusus pemburu kapal selam, lalu menghancurkan sebagian besar armada kapal selam yang ada di bawah pimpinan Donitz.
Setelah kekalahan Jerman pada 1945, Donitz ditawan oleh sekutu. Dia diadili di Pengadilan Nuremberg atas keterlibatannya dalam pemerintahan Nazi Jerman.
Berbeda dengan perwira Jerman lainnya yang dieksekusi oleh sekutu, Karl Donitz hanya menjalani hukuman penjara selama 10 tahun.
Setelah bebas dari penjara, Donitz menjalani hidup dengan menghabiskan masa pensiunnya di Desa Aumühle, Jerman Barat. Ia meninggal pada 1980 di usianya yang ke-89.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nationalww2museum