Rabu, 21 FEBRUARI 2024 • 14:33 WIB

Kisah Tsutomu Yamaguchi, Selamat dari Bom Hiroshima-Nagasaki Tapi Dijuluki "Manusia Paling Sial di Dunia"

Author

  Sosok penyintas bom atom di Jepang pada 1945. (Instagram/historycoolkids)

INDOZONE.ID - Peristiwa mengerikan jatuhnya bom atom di Hiroshima dna Nagasaki Jepang pada 1945 silam membunuh jutaan warga Jepang saat itu. Namun di antara korban warga Jepang, ada beberapa dari mereka yang selamat.

Salah satunya pria asal Jepang bernama Tsutomu Yamaguchi yang selamat dari peristiwa naas tersebut. Namun anehnya ia malah dicap sebagai "Manusia Paling Sial di Dunia".

Waduh, kenapa ya? Penasaran seperti apa kisahnya? Berikut ini faktanya disusun dari berbagai sumber, salah satunya dari situs Biography.com

Tsutomu Yamaguchi, Sang Survivor Bom Hiroshima-Nagasaki

Sosok penyintas bom atom di Jepang pada 1945. (Instagram/historycoolkids)

Tsutomu Yamaguchi, seorang pria asal Nagasaki, Jepang kelahiran 16 Maret 1916. Beliau bekerja sebagai Teknisi Kelautan di Mitsubishi Heavy Industries, salah satu anak perusahaan Mitsubishi Group yang kita kenal sebagai perusahaan otomotif terrnama asal Jepang.

Baca Juga: Kisah Tragis Masabumi Hosono, Penyintas Titanic yang Dikucilkan Negara karena Tak Ikut Tenggelam Bersama Kapal

Sebagai Teknisi Kelautan, Yamaguchi bekerja di bagian desain, khususnya desain kapal tanker. Beliau mulai bekerja di Mitsubishi di era 1930-an.

Yamaguchi menikah dengan seorang wanita bernama Hisako. Dari pernikahan mereka, lahirlah Katsutoshi, Toshiko dan Naoko.

Perjuangan Yamaguchi Bertahan Hidup dari Bom Nuklir

Gambaran bom atom di Jepang pada 1945. (Instagram/historycoolkids)

Yamaguchi dan keluarganya pernah mengalami masa suramnya Jepang ketika masa Perang Dunia kedua berkecamuk. Salah satu dampaknya adalah mempengaruhi dunia industri Jepang saat itu. Bahkan, Mitsubishi juga mengalami kerugian yang cukup besar karena banyaknya kapal tanker buatan mereka yang rusak akibat peperangan.

Yamaguchi mengaku kesulitan dalam membiayai hidup keluarganya saat itu. Bahkan, Ia sempat putus asa hingga berencana untuk menghabisi nyawanya dan keluarganya dengan mengonsumsi obat tidur sampai overdosis.

Pada musim panas tahun 1945, Yamaguchi kebetulan sedang ada proyek di Hiroshima selama 3 bulan. Di tanggal 6 Agustus 1945, Yamaguchi tadinya berencana untuk pergi bekerja bersama 2 orang rekannya. Tapi, Ia harus kembali ke kantor cabang untuk mengambil stempel yang tertinggal. Di jam 08:15 pagi waktu setempat saat akan menyusul kedua temannya, Amerika Serikat menjatuhkan bom nuklirnya yang dinamakan "Little Boy".

Baca Juga: Sekilas Proyek Manhattan, Kisah Penemuan Bom Nuklir yang Disesali Openheimer dan Timnya

Yamaguchi menyaksikan langsung bagaimana bom nuklir tersebut meledak. Awalnya Ia melihat kilatan cahaya yang sangat terang, kemudian Ia pun terlempar jauh dari tempatnya berdiri. Akibat ledakan tersebut, gendang telinga kirinya pecah, lalu penglihatannya buta sesaat dan terakhir bagian kiri tubuhnya mengalami luka bakar serius akibat radiasi nuklir.

Masalah kesehatan

Meski tubuhnya "hancur" akibat ledakan, Yamaguchi memaksakan diri untuk mencari kedua temannya. Beruntung, Yamaguchi berhasil menemukan mereka dalam keadaan selamat, walaupun sama-sama terluka parah akibat nuklir. Yamaguchi dan kedua temannya sempat dirawat di tempat penampungan sebelum akhirnya bisa kembali ke Nagasaki pada keesokan harinya.

Yamaguchi dan kedua temannya masih dalam perawatan saat bom nuklir Nagasaki diterjunkan pada 9 Agustus 1945 pukul 11:00 pagi waktu setempat. Beruntung, mereka bertiga tidak mengalami luka akibat ledakan nuklir tersebut, namun mereka terkena dampak dari radiasinya. Pada kasusnya Yamaguchi, Beliau mengalami demam tinggi dan muntah-muntah selama lebih dari seminggu.

Keluarganya Yamaguchi juga menjadi korban radiasi nuklir di Nagasaki. Pada kasusnya Hisako, dirinya sempat mengalami keracunan akibat radiasi nuklir. Sementara Katsutoshi yang saat itu masih berumur 1 tahun, dikabarkan mengalami masalah kesehatan yang serius.

Baca Juga: Tokoh Ini Mengaku Tidak Menyesal Atas Insiden Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki

Kehidupan Pasca Perang Dunia Kedua

Setelah perang berakhir, kondisi kesehatan Yamaguchi dan keluarganya kini mulai pulih. Di penghujung era 1940-an, Hisako baru melahirkan Toshiko dan Naoko.

Yamaguchi sempat bekerja sebagai penerjemah bagi para tentara sekutu saat Jepang dikuasai oleh mereka. Saat Jepang sudah merdeka dari kekuasaan sekutu, Yamaguchi kembali bekerja di Mitsubishi hingga memasuki usia pensiun.

Pada tahun 2006, Yamaguchi diundang oleh PBB dalam pembuatan film dokumenter berjudul "Twice Survived: The Doubly Atomic Bombed of Hiroshima and Nagasaki". Film tersebut mengisahkan kisah hidup para korban bom nuklir Hiroshima-Nagasaki yang masih selamat saat itu. Bersama Yamaguchi, total ada sekitar 165 orang yang diwawancarai oleh PBB.

Dapat penghargaan dan Dikunjungi Sutradara Titanic

Dikunjungi James Cameron. (Istimewa)

Pada awalnya, Yamaguchi merasa tidak nyaman dengan status "survivor" miliknya. Alasannya karena Beliau sangat membenci semua hal yang berbau nuklir, termasuk beberapa pembangkit listrik di Jepang yang menggunakan teknologi nuklir.

Semenjak Yamaguchi mendapat penghormatan dari pemerintah Jepang pada bulan Maret 2009, Beliau kini bisa berdamai dengan semua hal yang berhubungan dengan nuklir.

Di tanggal 22 Desember 2009, sutradara ternama Hollywood, yaitu James Cameron bersama penulis Charles Pellegrino menemui Yamaguchi yang kebetulan sedang dirawat di Rumah Sakit Nagasaki. James mengaku kagum dengan ceritanya Yamaguchi, Ia bermaksud untuk mendiskusikan sebuah film bertema senjata nuklir bersama Beliau. Yamaguchi pun menyambut maksud kedatangan James dan Charles dengan tangan terbuka.

Baca Juga: Dijuluki 'Setan 2' oleh NATO, Seberapa Mematikan Rudal Nuklir Terbaru Milik Putin?

Dampak Lanjutan Nuklir pada Keluarganya Yamaguchi

Memasuki usia lanjut, dampak radiasi nuklir menimbulkan kerusakan yang cukup parah pada keluarganya Yamaguchi.

Pertama-tama di tahun 2005, Katsutoshi sang anak sulung jadi orang pertama yang meninggal di keluarganya Yamaguchi. Disusul dengan Hisako yang meninggal akibat komplikasi antara kanker ginjal & liver pada tahun 2008.

Pada kasusnya Yamaguchi, Ia sempat mengidap katarak, leukimia dan kanker lambung. Yamaguchi meninggal dunia pada 4 Januari 2010 usai berjuang melawan komplikasi penyakit yang dideritanya.

Kini hanya tersisa keluarganya Toshiko dan Naoko saja yang masih bertahan.

Asal Mula Gelar “Manusia Paling Sial di Dunia”

Pasca kematian Yamaguchi, stasiun TV ternama Inggris, yaitu BBC sempat menimbulkan kontroversi lewat acara komedi mereka yang bernama "QI".

Pada episode yang ditayangkan tanggal 17 Desember 2010, sang pembawa acara yaitu Stephen Fry membahas segmen yang dinamakan "Manusia Paling Sial di Dunia".

Yamaguchi masuk ke dalam kategori tersebut. Stephen dan para bintang tamu bahkan sampai menertawakan kisah perjuangan Yamaguchi yang berhasil bertahan dari bom nuklir Hiroshima-Nagasaki. Tak lupa juga dengan memasukkan dark jokes dalam candaannya.

Acara tersebut menjadi buah bibir di Jepang, bahkan stasiun TV ternama di Jepang, yaitu NHK sampai mengundang Toshiko untuk diwawancarai. Ia mengaku kecewa karena di Inggris mereka mencemooh perjuangan Ayahnya.

Setelah mendapat kritik pedas dari berbagai pihak, BBC pun langsung menghapus tayangan "QI" yang dimaksud dan memberikan klarifikasi terkait tayangan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU