Senin, 29 JUNI 2026 • 20:00 WIB

Sering Dikira Cuma Satu Orang, Ini Deretan Ratu Cleopatra yang Pernah Memerintah Mesir Sebelum Era Romawi Kuno

Author

Ilustrasi Cleopatra Ratu Mesir. (Ancient Origins)

INDOZONE.ID - Kalau dengar nama Cleopatra, yang terlintas di otak kamu pasti sosok ratu Mesir Kuno super cantik yang bikin jenderal Romawi sekelas Julius Caesar dan Mark Antony kelepek-kelepek. Yap, dia adalah Cleopatra VII, firaun terakhir Mesir.

Tapi tahu gak sih, sebelum era dia, ternyata ada enam Ratu Cleopatra lain yang gak kalah ambisius! Alih-alih penuh kasih sayang keluarga, sejarah tujuh generasi Cleopatra dari Dinasti Ptolemaik ini justru penuh dengan intrik politik, tradisi kawin sedarah (inses), sampai aksi pembunuhan sadis antar-saudara demi berebut takhta tertinggi. Yuk, kita kenalan sama mereka!

Daftar Para Cleopatra yang Gila Kuasa:

1. Cleopatra I: Si Pelopor Ratu Mandiri

Lahir sebagai putri dari Kekaisaran Seleukia (Suriah kuno), dia dinikahkan sama Ptolemy V pas masih umur 10 tahun demi damai politik. Di Mesir, dia dipuja bak dewi hidup dan bahkan dapat jabatan wazir (perdana menteri)—sebuah kehormatan yang super langka buat cewek zaman dulu. Pas suaminya mati muda, dia langsung ambil alih kekuasaan dan jadi Cleopatra pertama yang memimpin Mesir secara independen.

2. Cleopatra II: Korban Sekaligus Pelaku Mutilasi Keluarga

Kisah hidup ratu kedua ini bener-bener kayak sinetron sadis. Dia menikah sama dua saudara kandungnya sendiri secara bergantian, yaitu Ptolemy VI dan Ptolemy VIII. Konflik pecah pas suaminya yang kedua malah selingkuh dan menikahi anak kandungnya sendiri (Cleopatra III). Gak terima dimadu sama anak sendiri, Cleopatra II bikin pemberontakan.

Saking dendamnya, Ptolemy VIII mengeksekusi anak laki-laki mereka, memutilasi tubuhnya, dan mengirimkan potongan jasad sang anak ke Cleopatra II sebagai "kado" ulang tahunnya. 

Baca juga: Kerap Jadi Perdebatan, Sebenarnya Seperti Apa Warna Kulit Ratu Cleopatra, Hitam atau Putih?

3. Cleopatra III: Ratu Licik yang Tega Racuni Anak

Dia adalah keponakan sekaligus istri kedua dari Ptolemy VIII. Ratu satu ini haus kekuasaan banget sampai-sampai nekat mengambil gelar "Pendeta Alexander" dan menyembah dirinya sendiri sebagai dewi. Dia hobi menyetir anak-anaknya buat jadi boneka politik. Pas anak kesayangannya sendiri, Ptolemy X, mulai ngebangkang, ujung-ujungnya Cleopatra III malah tewas dibunuh oleh anaknya itu pada 101 SM.

4. Cleopatra IV: Mati Tragis di Tangan Adik Sendiri

Setelah dipaksa cerai dari suaminya (yang juga saudara kandungnya), dia kabur ke Suriah dan menikah dengan raja di sana. Sialnya, dia malah terjebak perang saudara melawan adiknya sendiri, Cleopatra Tryphaena. Tanpa rasa iba, sang adik memerintahkan agar Cleopatra IV diseret dan dieksekusi langsung di tempat suci.

5. Cleopatra V & VI: Ratu Misterius yang Dihapus dari Sejarah

Ilustrasi Patung Cleopatra ke-5. (Hervé Deschamps-Dargassies /Wikipedia)

Dua figur ini punya catatan sejarah yang minim banget dan sering bikin pusing para sejarawan. Ada yang bilang mereka adalah ibu dan kakak dari Cleopatra VII, tapi ada juga teori yang menyebut kalau mereka adalah orang yang sama namun ganti nama pas kudeta kerajaan sedang memanas.

Baca juga: Membedah Strategi Politik Cleopatra VII dalam Mempertahankan Mesir dari Romawi di Masa Lalu

Puncaknya di Cleopatra VII: Sang Legenda yang Berakhir Tragis

Semua drama perebutan kekuasaan, utang piutang ke Romawi, dan tradisi sikut-sikutan keluarga ini akhirnya bermuara ke Cleopatra VII.

Pas naik takhta, dia ogah berbagi kekuasaan sama adiknya, Ptolemy XIII. Berkat kecerdasan, pesona, dan selera humornya yang tinggi, dia sukses memikat Julius Caesar buat membantu dia menyingkirkan sang adik ke dasar Sungai Nil. Dari hubungan ini, lahir anak bernama Caesarion.

Setelah Caesar terbunuh di Romawi, Cleopatra memutar otak dan mendekati jenderal Romawi lainnya, Mark Antony. Mereka berdua bikin aliansi kuat dan punya tiga anak. Sialnya, kemesraan mereka malah dipakai sama musuh politik mereka di Romawi, Octavian, buat mem-framing Cleopatra sebagai penyihir asing yang berbahaya.

Perang besar Actium pecah, dan pasukan Cleopatra kalah telak. Ogah diarak sebagai tawanan perang yang kalah, Mark Antony memilih bunuh diri, yang kemudian disusul oleh Cleopatra VII yang tewas tragis (konon sengaja digigit ular berbisa).

Arti nama Cleopatra sendiri sebenarnya sangat mulia, yaitu "Kemuliaan Ayahnya". Tapi demi bertahan hidup di kerasnya politik Mesir Kuno, para ratu ini membuktikan kalau mereka rela mengorbankan apa saja, termasuk darah daging mereka sendiri!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nationalgeographic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU