Senin, 29 JUNI 2026 • 16:00 WIB

Dikira Cuma Gempa Biasa, Ternyata Penduduk Pompeii Hidup di Atas Bom Waktu Raksasa!

Author

Letusan Gunung Vesuvius mengubur Pompeii, Herculaneum, dan permukiman di sekitarnya. (Karl Bryullov (1799–1852)/Wikimedia Commons)

INDOZONE.ID - Tahun 79 Masehi menjadi salah satu momen paling kelam dalam sejarah manusia. Gunung Vesuvius meletus hebat dan mengubur Kota Pompeii, Herculaneum, serta wilayah sekitarnya dalam sekejap di bawah tumpukan abu dan batu vulkanik. Anehnya, catatan sejarah menyebut kalau warga di sana beneran kaget dan gak siap sama sekali waktu kiamat kecil itu datang.

Kenapa sih mereka bisa se-santai itu padahal tinggal tepat di kaki gunung berapi yang super aktif?

Gak Punya Skala Richter, Dikira Cuma Tanah 'Goyang' Biasa

Menurut Dr. Jess Venner, seorang ahli sejarah kuno dan arkeolog dari Oxford University, warga Pompeii itu bukannya keras kepala, tapi mereka memang belum punya ilmu seismologi modern seperti kita sekarang.

"Zaman dulu gak ada yang namanya Skala Richter atau konsep tekanan lempeng tektonik. Gak ada juga model ilmiah yang bisa mendeteksi kalau gempa bumi dan gas belerang itu tanda gunung mau meletus," kata Dr. Jess Venner dilansir dari HistoryExtra.

Jadi bagi mereka, pemandangan sekitar gunung memang agak aneh dan tanahnya sering goyang, tapi gak ada satu pun warga yang mikir kalau itu adalah kode alam bahwa wilayah mereka bakal hancur lebur.

Sebenarnya, ada beberapa petunjuk tersembunyi yang diabaikan. Wilayah tempat tinggal mereka itu punya julukan Phlegraean Fields alias "padang berapi". Penulis kuno bernama Strabo bahkan sempat mencatat kalau batu-batu di sekitar Gunung Vesuvius bentuknya kayak habis "dimakan api". Sialnya, catatan dari para ilmuwan elite zaman dulu cuma berputar di kalangan bangsawan kaya saja. Warga biasa mana sempat baca ensiklopedia.

Baca juga: Arkeolog Berhasil Menemukan Lapak Pedagang Kaki Lima di Pompeii!

Tergiur Tanah Subur, Bisa Panen 4 Kali Setahun!

Lantas, kalau buminya sering goyang dan agak aneh, kenapa mereka gak pindah saja? Jawabannya klasik: urusan perut dan cuan.

Gunung Vesuvius zaman dulu itu pemandangannya hijau royo-royo dan dipenuhi kebun anggur yang subur banget. Gara-gara abu vulkanik dari masa lampau, tanah di sekitarnya jadi mengandung banyak nutrisi dan super produktif untuk pertanian.

"Mereka bisa panen sampai tiga atau empat kali dalam setahun di daerah itu. Makanya, untungnya gede banget kalau tinggal di sana," tambah Venner. Ironisnya, berkah tanah subur yang bikin mereka kaya raya itu sebenarnya adalah "umpan" dari gunung berapi sebelum akhirnya menelan mereka hidup-hidup.

Bahkan orang paling pintar di Romawi saat itu, Pliny the Elder, yang menulis ensiklopedia terkenal Natural History, gak pernah blak-blakan menyebut Vesuvius sebagai gunung berapi aktif padahal dia tinggal di dekat sana. Jadi kebayang kan, kalau orang pintarnya saja gak ngeh, apalagi rakyat jelatanya.

Gempa Dianggap Makanan Harian, Malah Bikin Sumur Buat 'Buang Angin'

Para penghuni Pompeii. (John Martin (1789–1854)/Wikimedia Commons)

Bagi kita sekarang, kalau ada gempa beruntun dan bau belerang menyengat, pasti langsung lari menyelamatkan diri. Tapi buat warga Pompeii, itu sudah jadi makanan sehari-hari yang dianggap angin lalu.

Pliny the Younger sempat menulis kalau warga di sana gak panik sama sekali waktu tanah goyang, karena gempa kecil memang sudah jadi hal biasa di kawasan Campania. Bau belerang yang keluar dari tanah juga dicuekin saja.

Bahkan, sekitar 16 tahun sebelum letusan besar (sekitar tahun 62 Masehi), sempat ada gempa raksasa yang meratakan Pompeii dan Herculaneum, bahkan menewaskan 600 ekor domba akibat gas beracun. Alih-alih takut dan pindah kota, warga Pompeii justru gotong royong membangun kembali kota mereka.

Uniknya, dari hasil galian arkeolog, warga malah menggali lebih banyak sumur setelah gempa besar itu. Mereka mengira sumur-sumur ini bisa jadi ventilasi buat mengeluarkan "udara tersumbat" dari dalam tanah biar gempanya berhenti. Benar-benar tebakan yang meleset.

Baca juga: Arkeolog Temukan Penemuan Baru di Kota Kuno Pompeii

Percaya Ada Raksasa yang Ngorok di Dalam Bumi

Daripada percaya teori sains, orang Romawi kuno lebih suka mengaitkan fenomena alam dengan cerita mistis atau mitologi para dewa. Mereka percaya kalau api dari dalam gunung itu berasal dari bengkel bawah tanah milik Vulcan, sang dewa api dan pandai besi.

Ada juga mitos populer yang bilang kalau gempa bumi terjadi karena ada raksasa kalah perang yang dikubur hidup-hidup oleh para dewa di dalam tanah. Penyair Silius Italicus pernah menulis kalau tanah bergoyang dan ladang hangus itu gara-gara si raksasa lagi ngamuk dan mengeluarkan napas api dari dalam kuburnya demi bisa lolos.

Bahkan pas Gunung Vesuvius beneran meletus tahun 79 Masehi, banyak warga yang teriak ketakutan karena mengaku melihat bayangan raksasa besar di dalam kepulan asap hitamnya. Kurangnya edukasi sains modern dipadukan dengan cerita mistis akhirnya bikin seluruh peradaban Pompeii terkubur selamanya menjadi sejarah. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nationalgeographic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU