INDOZONE.ID - Anjing polisi telah menjadi bagian dari penegakan hukum selama ratusan tahun.
Berbekal indra penciuman yang jauh lebih tajam dibanding manusia, anjing-anjing ini dilatih untuk melacak narkoba, bahan peledak, orang hilang, hingga membantu menangkap pelaku kejahatan.
Di Indonesia, peran mereka dijalankan oleh Detasemen K-9 Polri.
Apa Itu Anjing Polisi?
Anjing polisi adalah anjing yang dilatih secara khusus untuk membantu tugas kepolisian.
Kemampuannya beragam, mulai dari mendeteksi bau tertentu, mencari barang bukti, melacak jejak manusia, hingga menjaga keamanan dalam operasi kepolisian.
Saat ini, hampir semua organisasi kepolisian di dunia memiliki unit K-9. Kehadiran mereka bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian penting dalam berbagai operasi yang membutuhkan kecepatan dan akurasi.
Baca juga: 7 Ras Anjing Penjaga Terbaik untuk Melindungi Rumah, Nomor 1 Jadi Andalan Polisi Dunia
Sejarah Anjing Polisi
Penggunaan anjing untuk membantu penegakan hukum ternyata bukan hal baru.
Melansir Crime and Investigation, catatan sejarah menunjukkan anjing polisi sudah digunakan sejak Abad Pertengahan. Salah satu ras yang paling dikenal adalah Bloodhound, yang dipakai di Skotlandia pada abad ke-14 dan dijuluki sebagai "anjing rawa" karena kemampuannya melacak jejak.
Pada era 1880-an, Kepolisian London bahkan pernah mencoba memanfaatkan anjing pelacak untuk memburu pembunuh berantai Jack the Ripper.
Upaya itu belum membuahkan hasil karena metode pelatihannya masih sangat terbatas.
Baru pada 1889, sistem pelatihan anjing polisi berkembang di Ghent, Belgia. Model tersebut kemudian diadopsi oleh berbagai kepolisian di Eropa dan menjadi cikal bakal unit K9 modern.
Apa Saja Tugas Anjing Polisi?
Kemampuan penciuman anjing diperkirakan ribuan kali lebih sensitif dibanding manusia sehingga mampu mendeteksi aroma yang sulit dikenali.
Secara umum, anjing polisi terbagi menjadi dua kelompok, yakni serbaguna dan spesialis. Anjing serbaguna bertugas mengejar pelaku, melindungi petugas, hingga menemukan barang bukti.
Sementara itu, anjing spesialis dilatih untuk pekerjaan tertentu, seperti mendeteksi narkotika, bahan peledak, senjata api, hingga mencari orang hilang.
Bahkan kini ada anjing pendeteksi digital yang mampu menemukan perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop berdasarkan aroma logamnya.
Peran Detasemen K9 di Indonesia
Melansir laman Tribata News Polri, di Indonesia, unit anjing polisi dikenal sebagai Detasemen K9 yang berada di bawah Direktorat Polisi Satwa Baharkam Polri.
Penggunaan anjing polisi diatur dalam Surat Keputusan Kapolri No. Pol: Skep/252/IV/2004 tentang Pelacakan Handak (Bahan Peledak), serta Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2019 mengenai sistem dan standar keberhasilan operasional.
Anjing K9 juga kerap diterjunkan saat pengamanan tamu negara.
Sebelum kepala negara atau pejabat penting turun dari pesawat, area terlebih dahulu diperiksa.
Setelah tim K9 menyatakan lokasi clean and clear, barulah rangkaian kegiatan dilanjutkan.
Ras Anjing yang Digunakan K9
Tidak semua anjing bisa menjadi polisi.
Polri menggunakan beberapa ras yang dikenal memiliki kecerdasan, daya tahan, dan naluri kerja tinggi.
Di antaranya German Shepherd, Belgian Malinois, Labrador Retriever, Rottweiler, Doberman Pinscher, Boxer, Giant Schnauzer, Great Dane, Bullmastiff, hingga Staffordshire Terrier.
Sebelum bertugas, setiap anjing harus melewati pemeriksaan kesehatan, penilaian karakter, serta latihan intensif. Mereka juga dibekali kemampuan mendeteksi bahan peledak, narkotika, senjata api, benda kecil, hingga menemukan orang hilang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crime And Investigation, Polri