INDOZONE.ID - Saat penonton cerita drama Korea (drakor) 'Perfect Crown' tentang keluarga kerajaan bangsawan Korea Selatan di era modern, tentu hati sedikt bertanya; apakah mereka masih eksis di era modern seperti dalam kisahnya?
Jawabannya ya tentu saja!
Korea pernah diperintah oleh raja dan kaisar selama berabad-abad. Saat ini, secara teknis tidak ada keluarga kerajaan yang berkuasa, namun keturunan dari dinasti terakhir masih ada hingga sekarang.
Mengutip situs lovetoknow.com, Korea tidak lagi dipimpin oleh keluarga kerajaan, tetapi beberapa anggota keluarga kerajaan masih hidup dan tinggal di negara tersebut.
Setelah berkuasa lebih dari lima abad, Dinasti Joseon berakhir ketika Korea jatuh di bawah penjajahan Jepang.
Baca juga: Peninggalan Kerajaan Banten: Bukti Kejayaan Islam di Nusantara
Deretan fakta kerajaan Korea di era modern
Berikut hal-hal penting yang perlu diketahui tentang keluarga kerajaan Korea, baik di masa lalu maupun saat ini.
Keluarga Kerajaan Korea – Dinasti Joseon
Joseon Dynasty memerintah Korea dari tahun 1392 hingga 1910, sebelum Jepang menjajah negara tersebut. Pendiri dinasti ini adalah Yi Seong-gye, seorang komandan militer dari Goryeo yang kemudian menjadi Raja Taejo.
Ia mendirikan ibu kota di Hanyang (sekarang Seoul) dan menjadikan ajaran Konfusianisme sebagai dasar pemerintahan. Keturunan keluarga kerajaan dari Wangsa Yi kemudian terus memerintah Korea selama sekitar 520 tahun.
Raja Terakhir Korea
Penguasa terakhir Korea adalah Sunjong of Korea, kaisar ke-27 dari Dinasti Joseon yang memerintah dari tahun 1907 hingga 1910.
Ayahnya, Gojong of Korea, naik takhta saat masih berusia 12 tahun. Setelah menghadapi berbagai konflik, termasuk pemberontakan petani dan pembunuhan permaisurinya, Gojong mendeklarasikan Korea sebagai “Kekaisaran Korea Raya” dan mengangkat dirinya sebagai kaisar. Sunjong merupakan putra keduanya.
Baca juga: Tragedi Gwangju 1980: Pemberontakan Rakyat yang Mengubah Sejarah Korea Selatan
Aneksasi Jepang dan Nasib Kerajaan
Pada tahun 1910, Annexation of Korea by Japan terjadi, di mana Jepang menguasai Korea dan menghapus sistem monarki Joseon. Sejak saat itu, tidak ada lagi raja yang memerintah Korea.
Selama masa penjajahan, Jepang berusaha mengasimilasi budaya Korea ke dalam budaya Jepang dan menerapkan berbagai kebijakan yang menekan rakyat. Hal ini memicu perlawanan dari masyarakat Korea.
Kekuasaan Jepang berakhir pada tahun 1945 setelah Perang Dunia II. Korea kemudian terbagi menjadi dua negara, Korea Utara dan Korea Selatan, yang dipisahkan oleh garis paralel ke-38. Sejak saat itu, keluarga kerajaan tidak pernah kembali berkuasa.
Keluarga Kerajaan Korea Saat Ini
Meskipun tidak lagi berkuasa, garis keturunan kerajaan masih ada. Salah satu tokoh yang dikenal adalah Yi Seok, yang dianggap sebagai pewaris keluarga kerajaan.
Yi Seok adalah keponakan sekaligus pewaris dari Kaisar Sunjong. Ia pernah menjadi musisi profesional dan juga anggota militer Korea, serta sempat tinggal di Amerika Serikat sebelum kembali ke Korea pada tahun 1990-an. Saat ini, ia aktif menyebarkan sejarah dan budaya Dinasti Joseon, serta mendukung gagasan monarki konstitusional di Korea.
Baca juga: Mengintip Kehebatan Haenyeo, Nelayan Wanita Lansia di Pulau Jeju, Korea Selatan
Putra Mahkota Andrew Lee
Pada 6 Oktober 2018, Yi Seok menunjuk Andrew Lee sebagai penerusnya.
Andrew Lee adalah pengusaha teknologi keturunan Korea-Amerika yang tinggal di Las Vegas, Amerika Serikat. Ia lahir dan besar di Indianapolis, dan awalnya tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan Korea. Ia baru mengetahuinya setelah diberi tahu oleh anggota keluarganya bahwa mereka berasal dari Wangsa Yi.
Andrew Lee menyatakan bahwa ia ingin menggunakan posisinya untuk memberdayakan masyarakat Korea. Ia berencana membentuk dana investasi untuk mendukung usaha kecil, khususnya di bidang teknologi dan pendidikan.
Keluarga Kerajaan Korea di Era Modern
Sejarah monarki Korea penuh dengan konflik, intrik istana, dan perebutan kekuasaan. Namun di era modern, keluarga kerajaan Korea tidak lagi memiliki kekuasaan politik.
Meski demikian, dengan visi dan rencana dari Putra Mahkota, ada harapan bahwa warisan keluarga kerajaan dapat berkontribusi dalam perkembangan Korea, terutama di bidang teknologi dan pendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Lovetoknow