Rabu, 14 JANUARI 2026 • 09:31 WIB

Mengenal Motolohuta, Ritual Mistis Gorontalo yang Hampir Hilang Ditelan Zaman

Author

Ilustrasi sajen. (Freepik)

INDOZONE.ID - Seiring pesatnya perkembangan zaman, keberadaan tradisi tradisional sering kali terdesak ke pinggiran kehidupan modern. Salah satu yang paling terdampak adalah Motolohuta, sebuah ritual sakral asal Gorontalo yang kaya akan unsur metafisika. 

Tradisi ini pernah memegang peranan penting dalam struktur sosial masyarakat Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, sebelum akhirnya mulai memudar.

Jauh dari kesan seremoni belaka, Motolohuta merupakan manifestasi penghormatan melalui upacara adat yang bersifat transendental. 

Baca juga: Sejarah Nyi Roro Kidul: Asal Usul, Legenda, dan Tradisi Ratu Pantai Selatan

Ritual ini bertujuan sebagai medium pemberian sesaji atau persembahan bagi entitas gaib dan arwah yang diyakini masih menghuni ruang lingkup lingkungan masyarakat setempat.

Tradisi ini merefleksikan keyakinan spiritual masyarakat Gorontalo terhadap pentingnya menjaga harmoni, bukan cuma dengan sesama manusia, tetapi juga dengan dunia tak kasat mata.

Pada masa kejayaannya, Motolohuta diselenggarakan sebagai agenda rutin tahunan, bahkan sesekali dilaksanakan hingga dua kali dalam satu periode tahun jika situasi dianggap mendesak. 

Ritual ini menjadi momen kolektif yang menyatukan tokoh adat, pemuka masyarakat, dan warga dalam satu ikatan spiritual. 

Prosesinya yang sakral senantiasa diiringi oleh penyajian kuliner tradisional, rangkaian sesaji, serta pelantunan mantra yang menjadi inti dari upacara tersebut.

Akan tetapi, seiring masuknya nilai-nilai modern dan agama yang lebih rasional, Motolohuta perlahan memudar dari keseharian masyarakat. 

Eksistensi ritual ini kian tergerus seiring dengan memudarnya ingatan kolektif di kalangan generasi muda. Warisan yang dahulu dihormati sebagai simbol keseimbangan alam dan penghormatan leluhur, kini perlahan menyusut menjadi sekadar narasi lisan dari para tetua. 

Selain terbentur oleh pergeseran cara pandang agama, tradisi Motolohuta juga kerap dipandang skeptis karena dianggap tidak lagi sejalan dengan logika era modern.

Padahal, di balik nuansa mistisnya, Motolohuta juga menyimpan sejumput pesan penting tentang rasa syukur, penghormatan terhadap leluhur, serta kesadaran akan keterhubungan manusia dengan alam dan roh-roh penjaga wilayah.

Baca juga: Tradisi Turun-Temurun di Sumba dan Toraja yang Jarang Diketahui Publik

Kini, Motolohuta hanya hidup dalam ingatan sedikit orang tua yang pernah menyaksikannya. Jika tidak ada upaya pelestarian, bisa jadi tradisi ini benar-benar punah dalam waktu dekat.

Kisah tentang Motolohuta memberikan pelajaran krusial bahwa pelestarian kebudayaan melampaui sekadar dokumentasi sejarah, ia adalah proses memahami identitas bangsa. 

Sebagai warisan luhur, tradisi ini menuntut penghormatan kita semua. Tantangan ke depan adalah bagaimana menghidupkan kembali esensi kearifan tersebut melalui pendekatan yang lebih kontekstual tanpa menghilangkan nilai dasarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Misi.sabda.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU