Minggu, 21 DESEMBER 2025 • 19:00 WIB

Bong Cino Sering Dianggap Angker, Ini Fakta Sejarah dan Makna Budayanya

Author

Bong Cino di Semarang (Bayu Aditya/Z Creators)

INDOZONE.ID - Bagi sebagian anak muda, bong cino kerap dianggap sebagai tempat angker yang identik dengan kisah mistis atau latar film horor. Padahal, di balik citra menyeramkan tersebut, bong cino menyimpan sejarah panjang dan makna budaya yang jauh dari kesan menakutkan.

Di Indonesia, bong cino dikenal sebagai sebutan untuk makam tradisional masyarakat Tionghoa. Makam ini bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, melainkan simbol penghormatan kepada leluhur yang telah menjadi bagian penting dalam budaya Tionghoa sejak ribuan tahun lalu.

Istilah “bong” berasal dari bahasa Hokkien yang berarti kuburan, sementara “cino” merupakan sebutan lokal untuk orang Tionghoa. Tradisi pemakaman ini berakar dari ajaran Konfusianisme dan Taoisme, yang menekankan pentingnya menjaga hubungan antara keluarga yang masih hidup dengan para leluhur. Karena itu, bong cino biasanya dibangun dengan tata letak khusus yang memperhatikan keseimbangan alam atau feng shui.

Baca juga: Arkeolog di China Temukan Baju Armor Berumur 2.700 Tahun di Dalam Makam Kuno

Keberadaan bong cino di Nusantara mulai terlihat sejak gelombang migrasi masyarakat Tionghoa pada abad ke-15 dan semakin berkembang di masa kolonial Belanda. Saat itu, kebijakan segregasi membuat pemakaman Tionghoa ditempatkan di pinggiran kota, perbukitan, atau area terbuka yang jauh dari permukiman warga.

Lokasi inilah yang kemudian ikut membentuk persepsi masyarakat. Area yang sepi, jarang dilalui, dan minim penerangan sering memunculkan rasa takut, apalagi jika dikaitkan dengan makam. Kondisi tersebut membuat bong cino kerap dianggap menyeramkan, meski sebenarnya rasa takut itu lebih dipengaruhi oleh suasana lingkungan, bukan tradisinya.

Makam warga Tionghoa besar dan mewah (Z Creators/Hasan Syamsuri)

Faktor lain datang dari perbedaan budaya. Ornamen khas seperti patung singa batu, tulisan Han, hingga bentuk makam yang tidak biasa bagi sebagian masyarakat sering dianggap asing. Karena kurang dipahami, simbol-simbol tersebut akhirnya dikaitkan dengan hal mistis atau supranatural.

Media populer juga turut memperkuat stigma tersebut. Banyak film, sinetron, hingga konten horor menjadikan bong cino sebagai latar cerita karena visualnya dinilai mampu membangun suasana mencekam. Representasi yang terus diulang membuat bong cino semakin lekat dengan citra angker di benak publik.

Baca juga: Rahasia Makam Kuno di China Terungkap, Pelayan Dikubur Hidup-hidup Demi Temani Majikan

Padahal, bagi masyarakat Tionghoa, bong cino adalah ruang penghormatan, bukan tempat yang menakutkan. Stigma horor lebih banyak muncul akibat kesalahpahaman budaya, kondisi lingkungan, serta pengaruh media.

Memahami bong cino secara lebih terbuka dapat membantu generasi muda melihat sisi lain dari keberagaman budaya di Indonesia. Tak jarang, sesuatu yang dianggap menyeramkan justru lahir dari hal-hal yang belum kita pahami sepenuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU