Insiden Honno-ji: Tragedi Pengkhianatan yang Mengakhiri Hidup Tokoh Pemersatu Jepang Oda Nobunaga
INDOZONE.ID - Insiden honno-ji" target="_blank" rel="noopener">Honno-ji adalah salah satu peristiwa paling berdarah dan dramatis dalam sejarah Jepang. Pada 21 Juni 1582, seorang pemimpin militer besar bernama Oda Nobunaga tewas dalam kudeta mendadak yang dilakukan oleh bawahannya sendiri, Akechi Mitsuhide. Yang bikin kisah ini makin bikin merinding, peristiwa itu terjadi di sebuah kuil saat Nobunaga sedang dalam kondisi paling lengah.
Buat kamu yang belum kenal siapa Nobunaga, dia adalah tokoh penting pada era Sengoku, zaman perang antar klan di Jepang. Ambisinya jelas, menyatukan seluruh Jepang di bawah satu kekuasaan. Dan bisa dibilang, dia hampir berhasil. Tapi seperti kisah klasik tentang pengkhianatan, semua rencana besar itu hancur dalam semalam.
Waktu itu, Nobunaga sedang menginap di Kuil honno-ji" target="_blank" rel="noopener">Honno-ji di Kyoto. Karena merasa aman, dia cuma ditemani sekitar 150 orang pengawal. Sisanya sedang dikirim ke berbagai wilayah untuk ekspansi militer. Mitsuhide, salah satu jenderalnya yang dianggap loyal, justru memanfaatkan momen ini. Diam-diam dia membawa 13.000 tentaranya ke Kyoto dengan alasan menjalankan perintah Nobunaga, padahal tujuannya adalah menyerang sang panglima besar.
Pagi-pagi buta sekitar pukul enam, pasukan Mitsuhide langsung mengepung kuil dari segala arah. Kyoto saat itu sedang diselimuti cuaca buruk. Nobunaga yang sama sekali tidak siap hanya bisa bertahan sebisanya. Ketika tombak musuh mengenai bagian sikunya, dia tahu ini akhir dari segalanya. Dia lalu masuk ke ruang belakang kuil, menutup pintunya, dan melakukan seppuku, ritual bunuh diri ala samurai untuk menjaga kehormatannya. Sementara itu, api mulai membakar seluruh bangunan kuil.
Baca juga: Kisah Genji: Karya Sastra Jepang Abad 11 yang Disebut Sebagai Novel Pertama di Dunia
Yang bikin semua orang syok, setelah api padam, jasad Nobunaga tidak ditemukan. Mitsuhide mencoba mencarinya di antara reruntuhan, tapi hasilnya nihil. Hilangnya jenazah ini membuat posisi Mitsuhide makin rapuh. Tanpa bukti kematian, banyak pasukan dan klan-klan lain yang ragu buat bergabung dengannya. Mereka takut Nobunaga masih hidup dan akan balas dendam. Kalau Mitsuhide bisa menunjukkan kepala Nobunaga, mungkin dia bisa mengklaim kekuasaan dan dapat dukungan. Tapi kenyataannya tidak semudah itu.
Baca juga: Jepang Diramal Kena Terjang Bencana Dahsyat Juli 2025, Laut Mendidih hingga Tsunami Raksasa?
Kematian Nobunaga langsung menciptakan kekosongan kekuasaan. Tapi sebelum Mitsuhide sempat menikmati posisinya, Toyotomi Hideyoshi, jenderal Nobunaga lainnya bergerak cepat. Dalam waktu singkat, Hideyoshi berhasil mengalahkan Mitsuhide dalam Pertempuran Yamazaki. Mitsuhide tewas hanya 13 hari setelah mengkudeta Nobunaga. Kudeta itu gagal total.
Insiden honno-ji" target="_blank" rel="noopener">Honno-ji sampai sekarang masih dikenang sebagai salah satu pengkhianatan paling ikonik dalam sejarah Jepang. Ini bukan sekadar drama politik zaman dulu, tapi pengingat bahwa kekuasaan bisa runtuh sekejap hanya karena satu hal yaitu dikhianati orang terdekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Toyo Keizai Online