Kisah Genji, yang dipercaya sebagai novel pertama di dunia
INDOZONE.ID - Bagi pecinta novel, ada pertanyaan yang mungkin menggelitik: novel apakah yang pertama kali dibuat di dunia? Untuk menjawabnya kita harus kembali ke dunia sastra Jepang awal Abad 11.
Adalah Kisah Genji karya Murasaki Shikibu, yang telah lama dianggap sebagai novel pertama di dunia. Novel ini juga disebut sebagai landasan sastra Jepang.
Novel ini dikerjakan Murasaki saat menjabat sebagai dayang di istana kekaisaran Jepang. Pada saat itu, tulisan Cina merupakan ranah akademis yang sangat dihargai.
Adapun prosa Jepang yang kebanyakan menggambarkan kehidupan pribadi atau kehidupan istana dianggap kurang penting. Prosa Jepang saat itu sebagian besar dihasilkan oleh para dayang istana.
Ada anggapan bahwa Kisah Genji memiliki kedudukan yang berbeda apa yang berlaku di dunia sastra Jepang di masanya. Sebab, Kisah Genji lahir dari perpaduan antara pengetahuan ensiklopedis puisi Tiongkok dan Jepang dengan narasi halus yang membentang lebih dari 54 bab.
Berisi sekitar 800 waka (puisi), novel ini dengan mahir memadukan fiksi fantastis dengan kesenian puitis.
Pada intinya, cerita ini merupakan pandangan yang luas tentang kehidupan dan masa-masa aristokrasi Jepang Heian melalui cara hidup, tingkah laku, mode, kegiatan hiburan, bahkan prinsip-prinsip moral dan etika.
Pusat dari semua cerita itu adalah Pangeran Genji, seorang abdi dalem yang ramah dan berbakat. Ia disebut-sebut sebagai orang yang paling romantis dan paling berhasil secara sosial.
Sebagian besar narasi dalam novel romantis ini mengikuti hubungan Genji dengan berbagai wanita, yang masing-masing memiliki struktur yang sangat dalam dan pedih.
Seiring berjalannya waktu, kisah ini menjadi semakin gelap dan filosofis, berurusan dengan perspektif Buddhis tentang ketidakkekalan, misalnya, tentang sifat kesenangan duniawi yang akan berlalu.
Baca Juga: 7 Fakta Menarik Cyclops yang Jarang Kamu Dengar! si Raksasa Bermata Satu dalam Mitologi Yunani
Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan Murasaki Shikibu kecuali apa yang dapat diduga dari novel itu sendiri. Dia dilahirkan di sebuah cabang kecil dari klan besar Fujiwara.
Ia menerima pendidikan khusus wanita. Namun, dengan statusnya, ia juga beroleh palajaran bahasa Mandarin, yang pada saat itu biasanya hanya diberikan kepada pria.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britanica.com