Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 24 MARET 2025 • 12:05 WIB

Mengenal Pasukan 'Zombie' Aceh, Pejuang Kebal Peluru yang Bikin Belanda Ketakutan

Mengenal Pasukan Zombie Aceh, Pejuang Kebal Peluru yang Bikin Belanda KetakutanIlustrasi prajurit zombie.

INDOZONE.ID - Kalau ada satu hal yang bikin Belanda ketakutan selama Perang Aceh (1873–1904), itu adalah pasukan "zombie" Aceh.

Bukan zombie beneran, tapi para pejuang Aceh yang gak takut mati, kebal peluru, dan tetap menyerang meski sudah tertembak.

Bahkan ada cerita tentang prajurit yang terus maju meski tangannya putus atau tubuhnya penuh luka tembak.

Lantas, kenapa mereka bisa dianggap seperti zombie? Yuk, kita bahas!

Perang Aceh: Latar Belakang Singkat

Perang Aceh adalah konflik panjang antara Kesultanan Aceh dan Belanda. Saat itu, Aceh adalah kerajaan yang kaya dan kuat, sementara Belanda ingin menguasai wilayah ini demi keuntungan ekonomi dan politik.

Tapi yang bikin Perang Aceh beda dari perang kolonial lainnya adalah perlawanan luar biasa dari rakyat Aceh.

Baca Juga: Kisah Optatius Buyssens, Tentara Perang Dunia I yang Selamat Berkat Koin Penangkis Peluru

Belanda mengira perang ini bakal cepat selesai, tapi kenyataannya butuh lebih dari 30 tahun untuk menaklukkan Aceh.

Kenapa Disebut Pasukan "Zombie"?

1. Mereka Gak Takut Mati

Bagi para pejuang Aceh, perang melawan Belanda adalah jihad fi sabilillah (perang suci). Mereka percaya bahwa mati di medan perang berarti langsung masuk surga. Makanya, mereka gak pernah mundur dan terus bertarung sampai titik darah penghabisan.

2. Kebal Peluru

Banyak prajurit Aceh memakai jimat dan doa-doa khusus yang diyakini bisa membuat mereka kebal senjata. Bahkan ada cerita dari tentara Belanda yang bilang mereka menembak pejuang Aceh berkali-kali, tapi tetap gak tumbang.

Apakah ini sihir atau trik psikologis? Bisa jadi efek sugesti, tapi yang jelas, keberanian mereka bikin Belanda stres berat.

Baca Juga: Faktor Runtuhnya Kekuasaan Kolonial Belanda di Indonesia: Dari Pergerakan Nasional hingga Dampak Perang Dunia II

3. Teknik Bertarung yang Mematikan

Pasukan Aceh gak cuma berani, tapi juga jago perang gerilya. Mereka sering menyerang tiba-tiba di malam hari dan hilang begitu saja ke dalam hutan. Bahkan ada unit pasukan wanita seperti Cut Nyak Dhien yang ikut bertempur di garis depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Buku Reid, A. (1979). The Blood Of The People

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Pasukan 'Zombie' Aceh, Pejuang Kebal Peluru yang Bikin Belanda Ketakutan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!