Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 31 DESEMBER 2024 • 17:30 WIB

Dahsyatnya Kapal Perang Aceh Abad ke-17 yang Bikin Portugis Ketar-ketir

Dahsyatnya Kapal Perang Aceh Abad ke-17 yang Bikin Portugis Ketar-ketirIlustrasi kapal perang Aceh yang bikin Portugis ketar-ketir

INDOZONE.ID - Sebagai kerajaan maritim, Kesultanan Aceh memfokuskan perekonomian negara pada sektor perdagangan. Maka dari itu, kekuatan militer sangat dipusatkan pada angkatan laut untuk melindungi dan mempertahankan ekonomi.

Di bawah kekuasaan Sultan Iskandar Muda, Aceh tumbuh menjadi kerajaan terkuat di Sumatra dengan keperkasaan angkatan lautnya.

Pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, Kesultanan Aceh Darussalam mengalami masa kejayaan. Dari segi kemiliteran, diperkirakan Aceh telah memiliki 500 kapal layar dan 100 kapal gallias.

Kapal gallias atau galleon adalah jenis kapal yang dapat digunakan untuk berdagang sekaligus bertempur. Gallias dianggap sebagai jenis kapal terbesar pada abad pencerahan yang mampu memuat banyak barang, termasuk persenjataan.

Baca Juga: Liciknya Uni Soviet: Gertak Musuh dengan Kapal Perang Super yang Ternyata Cuma Propaganda

Menurut Beaulieu, seorang perwira Prancis yang ditugaskan di Hindia Timur, kapal perang Aceh berukuran lebih besar 1/3 kali lipat dari kapal gallias yang dibuat oleh orang-orang Eropa.

Sebagian besar kapal perang Aceh dilengkapi dengan tiga meriam yang siap menembakkan 40 pon peluru. Kapasitas maksimal kapal perang tersebut adalah 800 orang prajurit.

Pada Juli 1629, armada laut Aceh berangkat untuk menyerbu Malaka yang saat itu tengah dikuasai Portugis. Aceh telah menyiapkan 250 kapal layar dan 47 kapal gallias dengan total 20.000 prajurit.

Meskipun dalam penyerbuan tersebut Portugis mampu memukul mundur Aceh, tetapi mereka harus melakukannya dengan susah payah.

Kekuatan militer Aceh bahkan mampu membuat serdadu-serdadu Portugis ketakutan sekaligus kagum dengan teknologi militernya.

Baca Juga: Mayat dalam Tong hingga Kapal Perang Muncul di Danau Mead di Amerika yang Mengering

Setelah pertempuran berakhir, pasukan Portugis berhasil menangkap salah satu dari kapal perang yang dibawa oleh pasukan Aceh. Kapal itu adalah kapal terbesar yang pernah mereka lihat.

Mereka bahkan menjulukinya dengan espanto del mundo yang bermakna, "teror dunia". Orang-orang Portugis kemudian mengirimkan kapal tersebut ke Spanyol sebagai tanda kemenangan.

Manuel de Faria e Sousa, filsuf sekaligus sejarawan Portugis menggambarkan espanto del mundo buatan Aceh sebagai kapal dengan tiga tiang masing-masing berjarak 100 meter.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Historical Archaeology

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dahsyatnya Kapal Perang Aceh Abad ke-17 yang Bikin Portugis Ketar-ketir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!