INDOZONE.ID - Pada 16 Juli 1957, pesawat Lockheed 1049E Super Constellation milik maskapai penerbangan Belanda, yaitu KLM, terjatuh di Teluk Cenderawasih, Papua.
Pesawat bernomor penerbangan 844 ini, mengalami kecelakaan sekitar 5 menit setelah lepas landas dari Bandara Frans Kaisiepo, Papua.
Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Frans Kaisiepo pada pukul 03.32 WIT untuk terbang menuju Manila, Filipina.
Pada awalnya, penerbangan pesawat tersebut berjalan normal. Namun, mendekati Pulau Owi, pesawat tersebut putar balik ke jalur penerbangan yang seharusnya.
Nahas, saat putar balik, pesawat tersebut tidak dapat menambah ketinggian penerbangan, tetapi justru menurun hingga mendekati perairan Teluk Cenderawasih, dan akhirnya pesawat terjatuh.
Pesawat tersebut mengangkut 68 orang penumpang, dimana 59 orang diantaranya adalah penumpang dan 9 orang sisanya adalah kru pesawat.
Dari total 68 orang penumpang, 58 orang meninggal dunia.
Baca Juga: Misteri Tentang Mimpi: Pengalaman Bawah Sadar yang Masih Diteliti Ilmuwan
Proses investigasi pun dilakukan. Namun hingga kini, penyebab pastinya masih menjadi misteri.
Diduga pesawat tersebut terjatuh akibat kesalahan pilot. Ada juga yang berpendapat kalau pesawat tersebut jatuh akibat mengalami kerusakan pada mesin saat putar balik jalur penerbangan.
Pesawat yang dijuluki "Neutron" tersebut baru digunakan sejak 4 tahun sebelum kejadian. Sejak penerbangan pertamanya hingga saat kejadian, pesawat tersebut sudah memiliki jam terbang selama 11.867 jam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, Aviation Safety Network