INDOZONE.ID - Ini adalah kisah tentang Wolraad Woltemade, seorang pria asal Schaumburg, Jerman yang lahir di tahun 1708. Ia bermigrasi ke Cape Town, Afrika Selatan dan sempat bergabung bersama militer kolonial Belanda.
Karier Wolraad sebagai prajurit kolonial Belanda Ia jalani sampai ke masa pensiunnya. Usai pensiun, Wolraad bekerja sebagai penjaga kebun binatang dan tukang susu.
1 Juni 1773 di pagi hari saat awal musim dingin, ada sebuah kapal yang tenggelam di bibir Teluk Table. Hujan deras dan ombak kencang tengah melanda perairan di sekitar teluk, membuat kapal tersebut kian terombang-ambing di lautan.
Baca Juga: Memperingati Hari Lahir Tan Malaka: Kisah Perjuangan Sang Pahlawan yang Jarang Diketahui
Beberapa pelaut yang menaiki kapal tersebut berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri ke pantai yang jaraknya tidak jauh dari tempat tenggelamnya kapal. Namun, beberapa diantaranya ada yang tergerus ombak kencang, membuat mereka harus kehilangan nyawanya.
Warga di sekitar pesisir pantai turut membantu menyelamatkan nyawa para pelaut. Tapi sayangnya, upaya mereka tidaklah mudah. Itu semua karena faktor alam dan cuaca yang terjadi saat itu.
Diantara kerumunan warga yang mencoba membantu para pelaut, ada Kopral Christian Ludwig Woltemade, yang merupakan putra bungsu dari Wolraad. Christian bergegas pulang untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Ayahnya. Setelah mendengar kabar soal kapal tenggelam dari anaknya, Wolraad bersama Kuda peliharaannya pun pergi meninggalkan rumah.
Baca Juga: Kisah Tragis Marsinah: Pahlawan Buruh Indonesia yang Pembunuhannya Belum Terungkap Hingga Kini
Wolraad pun tiba di lokasi. Ia pun turut bersimpati kepada para pelaut yang berusaha menyelamatkan diri. Dengan beraninya, Wolraad melompat ke lautan bersama dengan Kudanya. Ia meminta para pelaut untuk berpegangan pada ekor Kudanya, kemudian Wolraad dan Kudanya berenang ke bibir pantai untuk menyelamatkan mereka.
Dari aksi heroiknya, Wolraad berhasil menyelamatkan nyawa dari 14 orang pelaut. Saat hendak melanjutkan aksi penyelamatannya, Ia merasa kalau Kudanya sudah kelelahan. Meski begitu, Wolraad masih bersemangat untuk menolong para pelaut yang kini hanya tersisa 6 orang saja.
Naas, keenam orang pelaut itu berpegangan ke ekor Kuda milik Wolraad, membuat mereka semua tergulung oleh ombak besar. Saat itulah Wolraad dan Kudanya terlihat untuk terakhir kalinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia Wolraad Woltemade