INDOZONE.ID - Cendekiawan dan negarawan Amerika Serikat Henry Kissinger tutup usia di rumahnya, di Connecticut, pada Kamis (30/11) dini hari lalu.
Dia meninggalkan istri yang telah dinikahinya selama hampir 50 tahun Nancy Kissinger, dua orang anak dari pernikahan pertamanya dengan Ann Fleischer dan lima orang cucu.
Bagi sebagian orang, khususnya warga Amerika, Kissinger adalah sosok negarawan besar, yang secara teratur dimintai pendapat oleh Presiden Amerika Serikat setelah masa baktinya berakhir pada 1977.
Selain itu, pria yang meninggal di usia 100 tahun ini juga berperan penting dalam pembukaan hubungan antara Amerika dengan China, membantu perundingan berakhirnya Perang Yom Kippur di Timur Tengah dan membantu berakhirnya perang Amerika dalam Perang Vietnam.
Meski begitu, bagi sebagian lain, Kissinger justru dikenal sebagai penjahat perang.
Kissinger memang tidak pernah dinyatakan bersalah atau diadili atas kejahatan perang. Sehingga sosok penerima Nobel Perdamaian pada 1973 ini tidak pernah secara resmi dicap sebagai penjahat perang.
Namun, sudah menjadi rahasia umum, bahwa Kissinger memainkan peran penting dalam meracik kebijakan luar negeri Amerika Serikat, yang membuat darah warga sipil di berbagai negara bercucuran.
Baca Juga: Viral Macan Akar yang Menggemaskan, Berikut Penjelasan Asal Usulnya
Hal ini dilakukannya dengan penerapan pendekatan intervensionis terhadap urusan di banyak negara di dunia, ketika Kissinger menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
Berikut Deretan Negara yang diintervensi Kissinger, sehingga meninggalkan sejarah kelam di negara-negara tersebut sampai sekarang:
Jejak Henry Kisinger di tiga negara di Asia Tenggara ini tidak bisa dihapus sampai kapan pun. Sebab, bersama dengan Presiden Richard Nixon, Kissinger lah yang memberikan karpet merah pengeboman di Vietnam, Laos dan Kamboja pada tahun 1970-an.
Baca Juga: Christos Tsigiridis, Sang Penemu Stasiun Radio Pertama di Dunia
Di Kamboja, AS dan sekutunya menjatuhkan sekitar 500.000 bom, seiring dengan perluasan operasi Badan Intelejen CIA di Laos hingga Kamboja. Pengeboman ini menewaskan sedikitnya 150.000 warga sipil di negara itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britanica.com