Ides of March Kematian Julius Caesar (britannica.com)
INDOZONE.ID - Istilah Ides of March sering terdengar misterius, terutama karena dikaitkan dengan peringatan “waspadalah terhadap pertengahan Maret.”
Namun, sebenarnya apa itu Ides of March dan mengapa tanggal ini begitu terkenal? Simak penjelasannya berikut ini.
Baca juga: Kisah Joan of Arc, Keberanian Perempuan yang Mengubah Jalan Perang
Berdasarkan laman Britannica, Jumat (27/03/2026) Ides of March adalah istilah dari kalender Romawi kuno yang merujuk pada tanggal 15 Maret.
Dalam sistem penanggalan tersebut, setiap bulan memiliki penanda waktu seperti Kalends, Nones, dan Ides untuk menentukan hari.
Kata “Ides” sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti “membagi,” karena tanggal ini dianggap sebagai titik tengah dalam satu bulan.
Baca juga: Sejarah Panjang di Balik Tanggal 1 Juli sebagai Hari Jadi Kota Medan
Pada beberapa bulan seperti Maret, Mei, Juli, dan Oktober, Ides jatuh pada tanggal 15, sedangkan bulan lainnya berada di tanggal 13.
Meskipun berasal dari sistem kalender kuno, Ides of March lebih dikenal luas berkat karya William Shakespeare dalam drama Julius Caesar.
Dalam cerita tersebut, seorang peramal memperingatkan Julius Caesar dengan kalimat terkenal, “Waspadalah terhadap Ides of March.”
Akan tetapi, peringatan itu diabaikan, dan Caesar akhirnya dibunuh pada tanggal 15 Maret tahun 44 SM. Peristiwa ini membuat Ides of March identik dengan pengkhianatan dan nasib buruk.
Bagi masyarakat Romawi kuno, Ides of March bukan hanya sekadar penanda tanggal. Hari ini memiliki fungsi praktis, salah satunya sebagai batas waktu untuk melunasi utang.
Baca juga: Mengapa Istanbul Jadi Pusat Peradaban Dunia Selama Ribuan Tahun?
Selain itu, sistem kalender Romawi menggunakan tiga penanda utama, yakni:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica