Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 11 MARET 2026 • 21:00 WIB

Kisah Stasiun Bogor, Stasiun Kolonial yang Masih Aktif Hingga Kini

Kisah Stasiun Bogor, Stasiun Kolonial yang Masih Aktif Hingga KiniStasiun Bogor Abad 19/Pinterest

INDOZONE.ID - Stasiun Bogor yang pada masa kolonial dikenal sebagai Stasiun Buitenzorg merupakan salah satu stasiun kereta api bersejarah di Indonesia. Stasiun ini dibangun pada tahun 1881 dan hingga kini masih menjadi simpul transportasi penting di wilayah Jawa Barat.

Stasiun yang terletak di ketinggian sekitar 246 meter di atas permukaan laut ini melayani perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line untuk kawasan Jakarta, Indonesia, Bogor, dan wilayah Jabodetabek. Selain itu, stasiun ini juga melayani perjalanan kereta diesel pada rute Bogor–Sukabumi railway line yang menghubungkan Bogor dengan Sukabumi.

Letaknya yang strategis membuat Stasiun Bogor menjadi salah satu stasiun paling penting di Jawa Barat. Pada masa kolonial, jalur kereta yang terhubung dengan stasiun ini berperan besar dalam mendukung distribusi hasil perkebunan dari daerah pedalaman menuju pelabuhan di Batavia, yang kini dikenal sebagai Jakarta.

Baca juga: Stasiun Bogor dan Jejak Rel Kolonial: Kisah Pembangunan Jalur Kereta Pertama di Jawa

Awal Pembangunan Jalur Kereta

Sejarah jalur kereta menuju Bogor sudah dimulai sejak abad ke-19. Pada tahun 1869, perusahaan kereta api kolonial Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) membangun jalur kereta sepanjang sekitar 56 kilometer yang menghubungkan wilayah Pelabuhan Sunda Kelapa dengan kawasan Bogor.

Proses pembangunan jalur ini memakan waktu sekitar dua tahun. Setelah selesai, jalur tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut untuk menghubungkan Bogor dengan pusat kota Batavia. Jalur ini akhirnya mulai dioperasikan secara resmi pada 31 Januari 1873.

Keberadaan jalur kereta tersebut memiliki peran penting dalam memperlancar distribusi hasil perkebunan dari daerah sekitar Bogor menuju pelabuhan untuk kemudian diekspor ke berbagai negara. Komoditas seperti kopi, teh, dan hasil perkebunan lainnya menjadi salah satu andalan ekonomi Hindia Belanda pada masa itu.

Arsitektur Kolonial yang Ikonik

Bangunan Stasiun Bogor juga dikenal memiliki arsitektur kolonial yang khas dan kuat menggambarkan pengaruh Belanda di Nusantara. Salah satu ciri paling mencolok adalah bentuk atap bertingkat dengan kemiringan tertentu yang menciptakan kesan monumental pada bangunan utama.

Di sekeliling bangunan utama terdapat veranda atau teras luas yang memberikan ruang terbuka sekaligus memperkuat kesan klasik pada stasiun. Area veranda tersebut bahkan dikelilingi kolam-kolam besar yang menambah kesan megah serta estetika bangunan.

Baca juga: Melihat Sejarah Stasiun Bogor, Dibangun Belanda untuk Angkut Hasil Kebun

Stasiun ini juga memiliki jendela-jendela besar dengan pintu geser kaca yang memungkinkan pencahayaan alami masuk secara maksimal ke dalam ruangan. Desain tersebut membuat sirkulasi udara di dalam bangunan tetap baik, sehingga menghadirkan suasana yang nyaman bagi para penumpang.

Beberapa bagian bangunan Stasiun Bogor menggunakan tiang-tiang kayu yang dihiasi ornamen dekoratif. Detail ini memberikan sentuhan lokal pada arsitektur yang secara umum didominasi oleh gaya Eropa.

Selain itu, fasad bangunan Stasiun Bogor dirancang simetris ciri khas arsitektur kolonial Belanda dengan penempatan elemen arsitektur yang seimbang di kedua sisi bangunan. Desain ini tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga mencerminkan konsep arsitektur yang rapi dan terstruktur.

Hingga kini, Stasiun Bogor tetap menjadi salah satu bangunan bersejarah yang penting, tidak hanya sebagai pusat transportasi, tetapi juga sebagai saksi perkembangan sistem perkeretaapian di Indonesia sejak masa kolonial hingga era modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemdiktisaintek.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Stasiun Bogor, Stasiun Kolonial yang Masih Aktif Hingga Kini

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!