Ilustrasi gambaran satelit. (photo/Ilustrasi/Pexels/Michael Herren)
INDOZONE.ID - Tahukah kamu bahwa satelit yang dianggap sangat sulit untuk dilihat dengan kasat mata itu ternyata memiliki peran penting dalam komunikasi sehari-hari di era digital ini.
Beberapa manfaat umum satelit adalah penyediaan layanan telepon, internet, perkiraan cuaca, hingga GPS seperti Google Maps.
Mengingat krusialnya peran teknologi ini, para pemangku kepentingan di industri komunikasi perlu memahami perbedaan karakteristik orbit dan fungsi spesifik setiap satelit guna menunjang strategi bisnis yang tepat.
Secara umum, konfigurasi satelit terbagi ke dalam tiga orbit utama: Geostationary Earth Orbit (GEO), Medium Earth Orbit (MEO), dan Low Earth Orbit (LEO). Simak ulasannya berikut ini!
Baca juga: Point Nemo: Titik Terjauh dari Daratan yang Dijuluki Kuburan Satelit
Geostationary Earth Orbit (GEO) merupakan orbit yang terletak tepat di atas khatulistiwa dengan ketinggian sekitar 35.786 km.
Keunikan satelit ini terletak pada kecepatan rotasinya yang selaras dengan Bumi, sehingga posisinya seolah-olah terpaku pada satu titik koordinat.
Dengan daya jangkau yang sangat luas, mampu mencakup hingga sepertiga bagian planet, hanya dibutuhkan beberapa satelit saja untuk memberikan konektivitas global.
Berkat karakteristik tersebut, GEO menjadi pilihan utama untuk infrastruktur siaran televisi, sistem komunikasi jarak jauh, serta pemantauan meteorologi.
Medium Earth Orbit (MEO) merupakan jenis orbit satelit yang berada pada ketinggian antara 2.000 km hingga 35.786 km di atas permukaan Bumi.
Satelit yang berada di orbit ini umumnya digunakan untuk sistem navigasi, karena memiliki cakupan area yang lebih luas dibandingkan satelit di Low Earth Orbit (LEO).
Dengan jangkauan yang luas, jumlah satelit MEO yang dibutuhkan untuk mencakup seluruh permukaan Bumi lebih sedikit dibanding LEO.
Selain itu, latensi MEO juga lebih rendah dibandingkan dengan satelit di GEO, sehingga menjadi pilihan ideal untuk layanan yang memerlukan keseimbangan antara jangkauan dan respons waktu. Satelit MEO umumnya digunakan untuk sistem navigasi global seperti GPS dan BeiDou.
Satelit yang menempati orbit LEO berada pada rentang ketinggian 160 km sampai 2.000 km. Orbit ini dikenal sangat dinamis karena satelitnya mampu mengitari Bumi berkali-kali dalam sehari dengan durasi orbit hanya 1,5 jam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NASA