Ilustrasi Konstelasi Satelit. (Freepik)
INDOZONE.ID - Di tengah dinamika geopolitik dunia yang kian memanas, perhatian global kini tertuju pada persaingan konstelasi satelit di orbit bumi.
Berdasarkan laporan dari South China Morning Post (SCMP), SpaceX tengah melakukan penyesuaian besar dengan menurunkan ketinggian sekitar 4.400 satelit Starlink miliknya.
Pada awal tahun 2026 ini, satelit-satelit tersebut dipindahkan dari orbit 550 km ke ketinggian yang lebih rendah, yakni 480 km.
SpaceX sendiri merupakan raksasa teknologi antariksa AS yang didirikan oleh Elon Musk pada 2002, yang fokus utamanya mencakup pengembangan roket mutakhir dan jaringan komunikasi satelit global.
Baca juga: Ada Penemuan Koloni Penguin Baru di Antartika, Terlacak Satelit dari Luar Angkasa
Sejumlah media melaporkan bahwa SpaceX menurunkan satelitnya lantaran diduga kuat merupakan dampak langsung dari interaksi dengan satelit milik Cina.
Lantas, apa penjelasan dari konstelasi satelit itu sendiri dan bagaimana cara kerjanya? Simak ulasannya di bawah ini!
Konstelasi satelit adalah sekelompok satelit buatan yang berkolaborasi sebagai satu sistem terintegrasi. Mereka dirancang guna memberikan cakupan global atau hampir permanen di Bumi, sehingga setidaknya satu satelit selalu terlihat dari lokasi mana pun.
Warstek menyebutkan bahwa konstelasi satelit memungkinkan layanan seperti navigasi, komunikasi, dan pemantauan yang lebih canggih dibanding satelit tunggal, karena satelit ditempatkan di orbit saling melengkapi seperti LEO (Low Earth Orbit) atau MEO (Medium Earth Orbit).
Komunikasi antar-satelit dan stasiun bumi global mendukung operasinya.
Indonesia tengah mengembangkan konstelasi sendiri via BRIN untuk pemantauan Bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: South China Morning Post