Ilustrasi pecahnya satelit di orbit Bumi. (ESA/ID&Sense/ONiRiXEL)
Satelit misterius Rusia yang pecah pada awal bulan lalu menciptakan awan puing yang bisa bertahan di orbit Bumi dalam jangka waktu lama. Satelit berupa pesawat ruang angkasa Kosmos 2499 itu hancur pada malam 3 Januari 2023.
Dikutip dari Space.com, Skuadron Pertahanan Luar Angkasa ke-18 (SDS ke-18) Angkatan Luar Angkasa AS melaporkan peristiwa tersebut menghasilkan setidaknya 85 keping puing yang dapat dilacak.
Awan sampah luar angkasa itu mengorbit 726 mil (1.169 kilometer) di atas Bumi. Sebuah posisi yang sangat tinggi sehingga kemungkinan memakan waktu satu abad atau lebih untuk dibersihkan dari atmosfer.
Sementara itu, Menurut Badan Antariksa Eropa, sekitar 36.500 keping sampah luar angkasa dengan zoom selebar 4 inci (10 sentimeter) mengelilingi planet kita.
Dan itu hanyalah objek yang cukup besar untuk dilacak. Sebab orbit bumi kemungkinan menampung lebih dari 130 juta objek dengan diameter setidaknya 1 milimeter.
Baca juga: Kata Astronot, Sampah Ruang Angkasa Lebih Mengerikan daripada Alien, Kenapa?
Banyaknya sampah luar angkasa menyebabkan bumi dikelilingi oleh cangkang puing yang mengorbit dengan kecepatan sekitar tujuh hingga delapan km/detik. Hal ini bisa menimbulkan risiko bagi manusia di Bumi.
Sebab puing-puing yang tertinggal di orbit di bawah 600 km biasanya jatuh kembali ke Bumi dalam beberapa tahun. Dalam 50 tahun terakhir, rata-rata satu keping puing jatuh kembali ke Bumi setiap hari.
Meningkatnya sampah juga bahaya bagi semua kendaraan luar angkasa, termasuk ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan pesawat luar angkasa lainnya dengan manusia di dalamnya, seperti Crew Dragon SpaceX.
Baca juga: Satelit NASA Seberat 2,7 Ton Jatuh ke Laut Bering, Sempat Terbakar di Atmosfer
Menurut UEA Space Agency, Sarah Al Amiri manusia perlu membersihkan sampah luar angkasa dengan menemukan mekanisme yang tepat ketika meluncurkan objek ke sana.
Hal ini bisa dilakukan membangun pesawat ruang angkasa yang lebih baik yang membersihkan diri mereka sendiri.
Namun, dia menambahkan bahwa meminta pembuat untuk menambahkan teknologi baru ke pesawat ruang angkasa akan menambah batasan biaya dan kemampuan yang membatasi orang untuk mengakses ruang angkasa.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: